Cara Menghubungkan Domain ke Cloudflare
Cara menghubungkan domain ke Cloudflare perlu dipahami dengan benar, terutama jika Anda baru pertama kali mengelola DNS domain. Prosesnya bukan hanya menambahkan domain ke akun Cloudflare, tetapi juga memastikan DNS record sudah benar, kemudian mengganti nameserver pada registrar agar domain menggunakan nameserver Cloudflare.
Banyak pengguna mengira setelah domain dimasukkan ke Cloudflare maka proses sudah selesai. Padahal, domain dapat tetap berstatus pending jika nameserver pada registrar belum diarahkan dengan benar. Sebaliknya, website juga dapat mengalami masalah apabila DNS record yang dibutuhkan tidak tersedia setelah nameserver berubah.
Karena itu, proses pengaturan sebaiknya dilakukan secara berurutan. Mulai dari menyiapkan domain dan akun Cloudflare, menambahkan domain, memeriksa DNS, mencatat nameserver yang diberikan Cloudflare, mengganti nameserver pada registrar, kemudian memastikan domain sudah aktif.
Panduan ini juga membahas penggunaan Cloudflare untuk Blogger. Jika Anda menggunakan custom domain pada Blogspot, bagian khusus mengenai CNAME, DNS Blogger, HTTPS, dan troubleshooting dapat membantu memastikan domain tetap terhubung setelah DNS dikelola melalui Cloudflare.
Apa Itu Cloudflare?
Cloudflare merupakan layanan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengelolaan jaringan website, termasuk DNS. Dalam konfigurasi authoritative DNS, nameserver domain diarahkan ke nameserver Cloudflare sehingga Cloudflare menjadi tempat pengelolaan DNS domain.
Sementara itu, registrar adalah tempat domain Anda didaftarkan dan tempat Anda melakukan pengelolaan domain, termasuk perubahan nameserver. Jadi, domain tidak perlu dipindahkan dari registrar hanya karena Anda ingin menggunakan Cloudflare.
Hubungan keduanya dapat dipahami dengan sederhana. Registrar mengelola domain dan nameserver, sedangkan setelah nameserver diarahkan ke Cloudflare, DNS record domain dikelola melalui Cloudflare.
Mengapa Domain Perlu Dihubungkan ke Cloudflare?
Penggunaan Cloudflare dapat menjadi bagian dari pengelolaan domain dan website ketika Anda membutuhkan pengelolaan DNS pada platform tersebut. Setelah domain aktif di Cloudflare, Anda dapat mengatur DNS record dari dashboard Cloudflare sesuai dengan kebutuhan layanan yang digunakan.
Misalnya, sebuah domain digunakan untuk website utama, subdomain, email, atau Blogger. Masing-masing layanan dapat membutuhkan konfigurasi DNS yang berbeda. Dengan memahami pengelolaan DNS, Anda dapat mengetahui record apa yang harus dipertahankan dan record apa yang perlu ditambahkan.
Namun, menggunakan Cloudflare bukan berarti Anda boleh mengubah DNS secara sembarangan. Justru sebelum nameserver dipindahkan, DNS record yang ada perlu diperiksa agar layanan yang sudah berjalan tidak terganggu.
Memahami Registrar, Nameserver, dan DNS
Sebelum melakukan tutorial, pahami tiga istilah utama berikut karena ketiganya sering tertukar oleh pemula.
Registrar
Registrar adalah tempat domain Anda didaftarkan. Contohnya, ketika Anda membeli sebuah domain melalui penyedia domain, Anda dapat mengelola domain tersebut dari panel registrar.
Dalam proses menghubungkan domain ke Cloudflare, registrar digunakan terutama untuk mengganti nameserver.
Nameserver
Nameserver menentukan server DNS mana yang menjadi pihak berwenang dalam pengelolaan DNS domain. Ketika nameserver domain diarahkan ke Cloudflare, permintaan DNS domain akan dikelola melalui nameserver Cloudflare.
DNS Record
DNS record berisi informasi mengenai bagaimana sebuah nama domain atau subdomain diarahkan. Jenis record dapat berbeda sesuai kebutuhan layanan.
| Istilah | Fungsi | Lokasi Pengaturan yang Umum |
|---|---|---|
| Registrar | Tempat domain didaftarkan dan dikelola. | Panel penyedia domain. |
| Nameserver | Menentukan layanan DNS authoritative untuk domain. | Biasanya di panel registrar. |
| DNS Record | Menentukan tujuan atau konfigurasi DNS domain. | Setelah aktif, dikelola melalui zona DNS Cloudflare. |
Memahami perbedaan ini akan membantu Anda menentukan tempat yang tepat ketika harus melakukan perubahan.
Apa yang Perlu Disiapkan?
Sebelum mulai melakukan cara setting domain di Cloudflare, siapkan beberapa hal berikut agar proses dapat dilakukan tanpa harus berhenti di tengah jalan.
- Domain yang masih aktif.
- Akun Cloudflare.
- Akses login ke registrar.
- Akses pengelolaan nameserver pada registrar.
- Informasi DNS record yang sedang digunakan domain.
- Akses ke Blogger jika domain digunakan untuk Blogspot.
Jika domain sudah digunakan oleh website atau email, jangan langsung menghapus DNS record lama. Periksa terlebih dahulu record apa saja yang digunakan oleh layanan tersebut.
Cara Menghubungkan Domain ke Cloudflare
Berikut adalah urutan umum yang dapat digunakan untuk menghubungkan domain dari registrar ke Cloudflare. Ikuti tahapannya secara berurutan agar lebih mudah mengetahui bagian mana yang mengalami masalah apabila proses belum berhasil.
Langkah 1: Masuk ke Akun Cloudflare
Masuk ke akun Cloudflare yang akan digunakan untuk mengelola domain. Pastikan akun tersebut dapat Anda akses karena seluruh pengaturan domain nantinya berada di dalam akun tersebut.
Jika belum mempunyai akun, buat akun terlebih dahulu menggunakan alamat email yang aktif. Setelah berhasil masuk, Anda dapat melanjutkan ke proses penambahan domain.
Langkah 2: Tambahkan Domain ke Cloudflare
Pada dashboard Cloudflare, pilih opsi untuk menambahkan domain atau melakukan onboarding domain baru. Masukkan nama domain utama yang ingin dikelola.
Contohnya, jika alamat website Anda menggunakan contoh.com, maka domain yang dimasukkan adalah domain utamanya, bukan URL lengkap seperti https://www.contoh.com/halaman.
Setelah domain ditambahkan, Cloudflare akan membuat zona untuk domain tersebut dan melanjutkan proses konfigurasi.
Langkah 3: Pilih Konfigurasi yang Tersedia
Cloudflare dapat menampilkan pilihan konfigurasi sesuai dengan proses penambahan domain. Ikuti tahap onboarding yang ditampilkan pada dashboard dan lanjutkan ke pemeriksaan DNS.
Jangan terburu-buru langsung mengganti nameserver. Bagian DNS harus diperiksa terlebih dahulu.
Langkah 4: Periksa DNS Record yang Terdeteksi
Setelah domain ditambahkan, periksa DNS record yang tersedia di Cloudflare. Tahap ini sangat penting karena Cloudflare harus mempunyai record yang dibutuhkan oleh website atau layanan lain yang sudah menggunakan domain tersebut.
Perhatikan record yang mengarah ke website utama, subdomain, email, dan layanan verifikasi. Jika ada record yang tidak Anda kenali, jangan langsung menghapusnya.
Catat record penting sebelum melakukan perubahan. Dengan cara tersebut, Anda mempunyai referensi apabila harus melakukan troubleshooting setelah nameserver dipindahkan.
Mengapa DNS Harus Diperiksa Sebelum Nameserver Diganti?
Ketika nameserver berpindah ke Cloudflare, DNS domain akan mengikuti zona DNS yang dikelola Cloudflare. Jika record yang sebelumnya digunakan tidak tersedia atau salah, layanan yang menggunakan domain dapat berhenti bekerja.
Sebagai contoh, website mungkin bergantung pada A record atau CNAME tertentu. Email dapat bergantung pada MX record. Sebuah layanan verifikasi mungkin membutuhkan TXT record.
Karena fungsi setiap record berbeda, jangan menganggap bahwa domain hanya membutuhkan satu record saja.
Jenis DNS Record yang Perlu Dipahami
A Record
A record digunakan untuk mengarahkan nama domain atau hostname ke alamat IPv4 tertentu. Record ini umum digunakan pada konfigurasi website yang menggunakan alamat IP.
AAAA Record
AAAA record digunakan untuk alamat IPv6. Tidak semua layanan membutuhkan record ini.
CNAME
CNAME digunakan untuk mengarahkan sebuah hostname ke hostname lain. CNAME sangat penting dalam beberapa konfigurasi layanan seperti Blogger.
MX Record
MX digunakan dalam konfigurasi layanan email domain. Jika domain Anda mempunyai email, record ini jangan dihapus sembarangan.
TXT Record
TXT dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk verifikasi layanan dan konfigurasi tertentu yang membutuhkan informasi berbentuk teks.
| Record | Kegunaan Umum | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
| A | Mengarah ke alamat IPv4. | Website dengan alamat IP tertentu. |
| AAAA | Mengarah ke alamat IPv6. | Layanan yang menggunakan IPv6. |
| CNAME | Mengarah ke hostname lain. | Konfigurasi Blogger dan layanan lainnya. |
| MX | Menentukan mail server. | Email dengan domain sendiri. |
| TXT | Menyimpan informasi teks tertentu. | Verifikasi dan konfigurasi layanan. |
Langkah 5: Catat Dua Nameserver Cloudflare
Setelah DNS diperiksa, Cloudflare akan memberikan nameserver yang harus digunakan oleh domain. Catat kedua nameserver tersebut.
Jangan menggunakan nameserver dari tutorial lain. Gunakan hanya nameserver yang ditampilkan pada akun Cloudflare untuk domain Anda.
Nameserver tersebut akan dimasukkan ke registrar pada langkah berikutnya.
Langkah 6: Login ke Registrar Tempat Domain Dibeli
Buka panel registrar tempat domain Anda terdaftar. Cari pengaturan domain yang berkaitan dengan nameserver.
Nama menu pada setiap registrar dapat berbeda. Anda mungkin menemukan istilah seperti Nameserver, DNS Management, Manage Domain, atau pengaturan serupa.
Yang harus dicari pada tahap ini adalah pengaturan nameserver, bukan sekadar menu untuk menambahkan DNS record.
Langkah 7: Ganti Nameserver Domain ke Cloudflare
Masukkan nameserver yang diberikan Cloudflare ke panel registrar. Pastikan kedua nameserver ditulis persis seperti yang ditampilkan Cloudflare.
Jika registrar menampilkan nameserver lama, ganti dengan nameserver Cloudflare sesuai prosedur registrar tersebut.
Setelah selesai, simpan perubahan dan lakukan konfirmasi apabila registrar meminta langkah tambahan.
Jangan mencampurkan nameserver Cloudflare dengan nameserver lama secara sembarangan. Gunakan konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan registrar dan informasi yang diberikan Cloudflare.
Langkah 8: Tunggu Perubahan Nameserver
Setelah nameserver diganti, perubahan tidak selalu langsung terdeteksi. Sistem DNS membutuhkan waktu untuk memproses perubahan tersebut.
Proses pada registrar dapat memerlukan waktu hingga 24 jam. Selama masa ini, status domain di Cloudflare dapat tetap menunjukkan Pending.
Jangan langsung melakukan banyak perubahan DNS hanya karena status belum berubah beberapa menit setelah nameserver diperbarui.
Langkah 9: Periksa Status Domain di Cloudflare
Kembali ke Cloudflare dan periksa status domain. Jika nameserver sudah terdeteksi dengan benar, status akan berubah menjadi aktif sesuai proses verifikasi Cloudflare.
Jika masih Pending, lakukan troubleshooting sebelum mengubah record secara acak.
Cara Mengetahui Nameserver Sudah Benar
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah nameserver pada registrar. Bandingkan dengan nameserver yang diberikan Cloudflare.
Keduanya harus sesuai. Jika satu nilai berbeda, Cloudflare mungkin belum dapat menganggap domain tersebut menggunakan nameserver yang benar.
Anda juga dapat menggunakan alat pemeriksaan DNS untuk melihat nameserver yang sudah dipublikasikan secara publik. Tujuannya adalah memastikan perubahan yang dilakukan pada registrar benar-benar sudah terlihat pada sistem DNS.
Mengapa Domain Cloudflare Masih Pending?
Status Pending dapat terjadi karena Cloudflare belum mendeteksi nameserver yang sesuai. Namun, penyebabnya tidak selalu sama.
Beberapa hal yang perlu diperiksa:
- Nameserver pada registrar belum diganti.
- Nameserver yang digunakan tidak sama dengan yang diberikan Cloudflare.
- Perubahan nameserver belum terpropagasi.
- Domain masih menggunakan nameserver lama.
- Terdapat masalah DNSSEC atau DS record lama.
- Status domain pada registrar mengalami kondisi tertentu.
Lakukan pemeriksaan dari atas ke bawah agar sumber masalah lebih mudah ditemukan.
Cara Mengatasi Cloudflare Pending
Periksa Nameserver Registrar
Masuk kembali ke registrar dan lihat nameserver yang saat ini digunakan. Bandingkan satu per satu dengan nameserver Cloudflare.
Pastikan Tidak Ada Typo
Nameserver harus ditulis dengan benar. Kesalahan karakter dapat menyebabkan perubahan tidak terdeteksi sesuai yang diharapkan.
Periksa Status Domain
Pastikan domain masih aktif dan dapat digunakan untuk melakukan perubahan nameserver.
Berikan Waktu untuk Propagasi
Perubahan DNS membutuhkan waktu. Jangan menganggap perubahan gagal hanya karena beberapa menit setelah disimpan status belum berubah.
DNSSEC dan Perpindahan Nameserver
DNSSEC menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperiksa ketika domain mengalami masalah setelah nameserver dipindahkan.
Jika domain sebelumnya menggunakan DNSSEC, terdapat kemungkinan konfigurasi lama masih mempunyai DS record pada registrar. Ketika authoritative DNS dipindahkan ke Cloudflare tetapi DS record lama tetap aktif, rantai validasi DNSSEC dapat menjadi tidak sesuai.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah resolusi DNS, termasuk munculnya respons SERVFAIL.
Mengapa DNSSEC Bisa Menyebabkan SERVFAIL?
DNSSEC digunakan untuk membantu validasi jawaban DNS. Ketika konfigurasi DNSSEC pada parent zone tidak sesuai dengan zona authoritative yang baru, resolver dapat gagal melakukan validasi.
Jika setelah pergantian nameserver domain tiba-tiba tidak dapat diakses dan pemeriksaan menunjukkan SERVFAIL, DNSSEC layak diperiksa, terutama jika sebelumnya domain menggunakan DNSSEC.
Cara Memeriksa DNSSEC sebelum Mengganti Nameserver
Masuk ke panel registrar dan cari pengaturan DNSSEC. Jika domain memang menggunakan DNSSEC, periksa statusnya sebelum memindahkan authoritative DNS.
Untuk konfigurasi perpindahan authoritative DNS tertentu, Cloudflare menyatakan DNSSEC perlu dinonaktifkan terlebih dahulu agar DS record lama tidak menyebabkan masalah. Prosedur penghapusan atau perubahan DNSSEC dapat berbeda pada masing-masing registrar.
Jangan melakukan perubahan DNSSEC secara sembarangan jika Anda tidak memahami konfigurasi yang sedang digunakan. Pastikan Anda mengetahui apakah domain memang memakai DNSSEC sebelum mengubah pengaturannya.
Apa yang Harus Dilakukan jika Website Tidak Bisa Dibuka?
Jika website tidak dapat dibuka setelah nameserver diganti, jangan langsung menyimpulkan bahwa Cloudflare adalah penyebabnya. Periksa DNS record pada Cloudflare terlebih dahulu.
Bandingkan konfigurasi saat sebelum perpindahan nameserver dengan record yang sekarang tersedia di Cloudflare. Cari record utama yang digunakan website dan pastikan nilainya sesuai dengan layanan hosting atau platform yang digunakan.
Jika domain mempunyai subdomain, periksa subdomain tersebut secara terpisah. Satu record yang hilang tidak selalu menyebabkan domain utama bermasalah, tetapi dapat membuat layanan tertentu tidak bekerja.
Troubleshooting Domain dan DNS Cloudflare
| Masalah | Kemungkinan Penyebab | Yang Perlu Dilakukan |
|---|---|---|
| Cloudflare Pending | Nameserver belum benar atau perubahan belum terdeteksi. | Periksa nameserver registrar, status domain, dan tunggu propagasi. |
| Website tidak bisa dibuka | DNS record website hilang atau nilainya tidak sesuai. | Periksa kembali A record, CNAME, atau record lain sesuai platform website. |
| SERVFAIL | Dapat berkaitan dengan DNSSEC atau DS record lama. | Periksa DNSSEC dan DS record pada registrar. |
| Subdomain bermasalah | Record subdomain belum tersedia atau tidak sesuai. | Periksa record hostname subdomain di Cloudflare. |
| Email domain bermasalah | MX atau record pendukung email tidak tersedia atau berubah. | Periksa konfigurasi MX dan record email sebelum mengubah DNS lainnya. |
| Blogger tidak terhubung | CNAME atau konfigurasi custom domain belum sesuai. | Periksa kembali record yang diberikan Blogger. |
Cara Menghubungkan Domain Cloudflare ke Blogger
Jika tujuan Anda adalah menggunakan Cloudflare untuk Blogger, prosesnya mempunyai satu tahap tambahan. Setelah nameserver aktif di Cloudflare, DNS domain harus dikonfigurasi agar sesuai dengan kebutuhan custom domain Blogger.
Dengan kata lain, ada dua hal yang berbeda:
- Menghubungkan domain ke Cloudflare melalui nameserver.
- Menghubungkan custom domain tersebut ke Blogger melalui DNS record.
Keduanya tidak boleh dianggap sebagai satu langkah yang sama.
Langkah 1: Siapkan Custom Domain di Blogger
Masuk ke dashboard Blogger dan pilih blog yang ingin menggunakan domain sendiri. Buka pengaturan yang berkaitan dengan publikasi atau custom domain, kemudian masukkan domain yang ingin digunakan.
Blogger akan memberikan informasi DNS yang diperlukan untuk proses verifikasi dan koneksi domain.
Simpan informasi tersebut karena akan digunakan saat mengatur DNS di Cloudflare.
Langkah 2: Perhatikan CNAME yang Diberikan Blogger
Blogger menggunakan CNAME dalam proses custom domain. Salah satu CNAME yang umum digunakan adalah hostname www yang diarahkan ke ghs.google.com.
Selain itu, Blogger dapat memberikan CNAME verifikasi khusus untuk blog tertentu. Nilai tersebut harus mengikuti informasi yang diberikan langsung oleh Blogger.
Jangan menyalin CNAME verifikasi dari tutorial lain karena nilainya tidak boleh dianggap sama untuk semua blog.
Langkah 3: Tambahkan DNS Blogger di Cloudflare
Buka bagian DNS domain pada Cloudflare dan tambahkan record yang diperlukan berdasarkan informasi yang diberikan Blogger.
Untuk CNAME utama, struktur sederhananya dapat dipahami seperti berikut:
| Hostname | Jenis Record | Tujuan |
|---|---|---|
| www | CNAME | ghs.google.com |
| Host verifikasi Blogger | CNAME | Tujuan CNAME yang diberikan Blogger untuk blog Anda. |
Baris kedua bersifat khusus. Gunakan hostname dan tujuan persis seperti yang diberikan Blogger pada proses custom domain.
Langkah 4: Periksa Apakah Ada Konflik DNS
Sebelum membuat CNAME baru, periksa apakah hostname tersebut sudah memiliki record lain. Jangan membuat dua record yang bertentangan untuk hostname yang sama.
Jika www sudah mempunyai CNAME lain, periksa terlebih dahulu fungsi record tersebut sebelum melakukan perubahan.
Konfigurasi DNS yang bertabrakan dapat menyebabkan Blogger tidak berhasil melakukan verifikasi atau domain tidak mengarah ke tujuan yang benar.
Langkah 5: Kembali ke Blogger dan Selesaikan Verifikasi
Setelah DNS Cloudflare sudah sesuai, kembali ke Blogger dan simpan custom domain. Blogger akan melakukan pemeriksaan terhadap DNS record yang diperlukan.
Jika perubahan belum terdeteksi, berikan waktu untuk propagasi DNS. Jangan mengganti banyak record sekaligus karena akan membuat troubleshooting menjadi lebih sulit.
Bagaimana Jika Blogger Menampilkan Error?
Jika Blogger menampilkan error ketika custom domain dipasang, periksa kembali informasi DNS yang diberikan Blogger.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah CNAME utama sudah benar dan apakah CNAME verifikasi khusus sudah dibuat.
Jika menggunakan Cloudflare, periksa juga pengaturan DNS record terkait pada zona domain. Pastikan tidak ada record lain yang bertabrakan dengan hostname yang digunakan Blogger.
Perlukah Mengaktifkan Proxy Cloudflare pada DNS Blogger?
Pengaturan proxy Cloudflare dan DNS-only perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan layanan yang digunakan. Jangan mengubah status proxy secara acak ketika custom domain Blogger sedang mengalami masalah.
Jika terjadi masalah koneksi, verifikasi domain, atau HTTPS, mulai dari DNS record dan konfigurasi custom domain Blogger terlebih dahulu. Setelah konfigurasi dasar sudah benar, barulah evaluasi pengaturan tambahan di Cloudflare.
Cloudflare untuk Blogger: Urutan Konfigurasi yang Lebih Aman
Jika Anda baru pertama kali menggunakan Cloudflare dengan Blogger, gunakan urutan berikut:
- Pastikan domain aktif.
- Tambahkan domain ke Cloudflare.
- Periksa DNS record yang terdeteksi.
- Catat nameserver Cloudflare.
- Ganti nameserver pada registrar.
- Tunggu sampai Cloudflare aktif.
- Masukkan custom domain pada Blogger.
- Catat CNAME yang diberikan Blogger.
- Tambahkan CNAME tersebut di Cloudflare.
- Periksa konflik DNS.
- Kembali ke Blogger dan lakukan verifikasi.
- Periksa HTTPS setelah domain berhasil terhubung.
Dengan urutan tersebut, Anda tidak mencampurkan tahap delegasi nameserver dengan tahap konfigurasi custom domain Blogger.
Cara Memeriksa DNS setelah Nameserver Berubah
Setelah nameserver Cloudflare aktif, pemeriksaan DNS tetap perlu dilakukan. Jangan hanya melihat status domain pada dashboard.
Periksa domain utama dan subdomain yang memang digunakan. Pastikan record penting masih tersedia dan nilainya sesuai dengan layanan masing-masing.
Jika sebuah website menggunakan subdomain, periksa juga hostname tersebut. Jika Anda menggunakan email domain, periksa MX record.
Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa perpindahan nameserver tidak menyebabkan record penting hilang.
Cara Mengetahui DNS Sudah Terpropagasi
Propagasi DNS berarti perubahan DNS sedang dipublikasikan dan mulai terlihat oleh resolver di berbagai jaringan.
Anda dapat menggunakan layanan pemeriksaan DNS publik untuk melihat nameserver atau record domain dari beberapa lokasi. Hasil pemeriksaan mungkin belum langsung sama di semua tempat selama proses perubahan masih berlangsung.
Karena itu, perbedaan hasil pemeriksaan pada awal perubahan tidak selalu berarti konfigurasi salah. Perhatikan apakah perubahan terus bergerak menuju konfigurasi baru.
Apakah Perubahan Nameserver Mempengaruhi Website?
Perubahan nameserver dapat memengaruhi website jika DNS record pada penyedia DNS baru tidak sesuai dengan konfigurasi sebelumnya.
Inilah alasan pemeriksaan DNS sebelum perpindahan sangat penting. Jika record website, email, atau subdomain sudah dipahami dan dikonfigurasi dengan benar di Cloudflare, proses perpindahan dapat dilakukan dengan lebih terkontrol.
Kesalahan Umum Saat Menghubungkan Domain ke Cloudflare
Memasukkan URL Lengkap ke Cloudflare
Domain utama yang ditambahkan ke Cloudflare berbeda dengan URL halaman. Gunakan nama domain utama sesuai kebutuhan zona.
Mengganti Nameserver tetapi Tidak Memeriksa DNS
Ini dapat menyebabkan layanan yang sebelumnya berjalan tiba-tiba tidak dapat ditemukan setelah perpindahan.
Menggunakan Nameserver dari Domain Lain
Gunakan nameserver yang diberikan Cloudflare untuk domain Anda sendiri. Jangan menyalin nameserver berdasarkan contoh tutorial.
Menghapus DNS Record yang Tidak Dikenali
Record yang tidak familiar belum tentu tidak digunakan. Periksa fungsi record terlebih dahulu.
Mengabaikan DNSSEC
Jika domain sebelumnya menggunakan DNSSEC, DS record lama dapat menyebabkan masalah setelah authoritative DNS dipindahkan.
Tidak Memisahkan Tahap Cloudflare dan Blogger
Mengaktifkan Cloudflare dan menghubungkan custom domain Blogger adalah dua tahap yang berbeda. Nameserver menentukan DNS authoritative, sedangkan CNAME Blogger digunakan untuk kebutuhan koneksi custom domain.
Mengubah Banyak Pengaturan Sekaligus
Jika terjadi masalah, perubahan yang terlalu banyak sekaligus akan membuat sumber masalah sulit ditemukan. Lakukan perubahan secara bertahap.
Tips Mengelola DNS Cloudflare agar Tidak Membingungkan
Setelah domain aktif, biasakan mencatat fungsi record yang penting. Hal ini akan sangat membantu ketika Anda menambahkan layanan baru.
Misalnya, Anda dapat menyimpan catatan mengenai record website, email, subdomain, verifikasi, dan Blogger. Tidak harus berupa dokumentasi rumit. Catatan sederhana mengenai tujuan setiap record sudah cukup membantu.
Ketika menambahkan record baru, periksa terlebih dahulu apakah hostname tersebut sudah digunakan. Hindari membuat konfigurasi baru tanpa melihat DNS yang sudah ada.
Apakah Registrar Masih Dibutuhkan setelah Domain Aktif di Cloudflare?
Ya. Registrar tetap menjadi tempat domain Anda terdaftar. Cloudflare tidak membuat registrar menjadi tidak diperlukan.
Setelah nameserver diarahkan ke Cloudflare, Anda biasanya lebih sering mengelola DNS melalui Cloudflare. Namun, kebutuhan terkait domain seperti registrasi, perpanjangan, informasi domain, atau perubahan nameserver tetap berkaitan dengan registrar.
Karena fungsi keduanya berbeda, simpan akses ke kedua layanan tersebut.
Apakah Harus Menggunakan Custom Domain untuk Blogger?
Tidak. Blogger dapat tetap digunakan menggunakan alamat Blogspot.
Custom domain merupakan pilihan ketika Anda ingin menggunakan domain sendiri pada blog. Jika domain tersebut juga akan dikelola melalui Cloudflare, maka Anda perlu memastikan DNS Cloudflare sesuai dengan kebutuhan Blogger.
Jadi, Cloudflare bukan syarat wajib untuk menggunakan custom domain Blogger. Cloudflare merupakan bagian dari konfigurasi DNS yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
Cara Membuat CNAME untuk Blogger di Cloudflare
Jika custom domain Blogger meminta CNAME, buka DNS domain di Cloudflare lalu tambahkan record baru dengan tipe CNAME.
Untuk hostname utama yang umum digunakan Blogger, nilai dapat diarahkan ke ghs.google.com. Untuk CNAME verifikasi, gunakan hostname dan tujuan yang diberikan secara khusus oleh Blogger.
Jangan menggunakan contoh CNAME verifikasi dari website lain karena nilai tersebut dapat berbeda untuk setiap proses verifikasi.
Bagaimana Jika CNAME Blogger Sudah Ada?
Jika CNAME yang dibutuhkan sudah ada, jangan langsung membuat record kedua. Periksa nama hostname dan tujuan record tersebut.
Jika record yang ada berbeda dari informasi yang diberikan Blogger, evaluasi terlebih dahulu apakah record tersebut masih digunakan oleh layanan lain. Menghapus record tanpa memahami fungsinya dapat menyebabkan layanan lain ikut terganggu.
Cara Mengaktifkan HTTPS setelah Custom Domain Blogger
Setelah custom domain berhasil terhubung, periksa pengaturan HTTPS pada Blogger. Jangan langsung menyimpulkan ada masalah apabila HTTPS belum aktif tepat setelah DNS berubah karena proses konfigurasi dapat membutuhkan waktu.
Pastikan terlebih dahulu domain sudah mengarah dengan benar dan custom domain telah berhasil diverifikasi.
Jika HTTPS masih belum tersedia, periksa kembali DNS dan status custom domain sebelum melakukan perubahan lain.
Checklist sebelum Menghubungkan Domain ke Cloudflare
- Domain masih aktif.
- Akses registrar tersedia.
- Akun Cloudflare tersedia.
- DNS record lama sudah diperiksa.
- Record website sudah diketahui.
- Record email sudah diperhatikan.
- Subdomain penting sudah dicatat.
- DNSSEC sudah diperiksa bila digunakan.
- Nameserver Cloudflare sudah dicatat.
- Konfigurasi Blogger sudah dipahami jika menggunakan Blogspot.
Checklist setelah Nameserver Dipindahkan
- Nameserver pada registrar sudah sesuai.
- Status domain di Cloudflare sudah diperiksa.
- DNS record penting tersedia di Cloudflare.
- Website dapat diakses.
- Subdomain penting dapat diakses.
- Email domain tetap berfungsi jika digunakan.
- Tidak muncul SERVFAIL.
- DNSSEC tidak menyebabkan konflik.
Checklist Cloudflare untuk Blogger
- Domain sudah aktif di Cloudflare.
- Custom domain sudah dimasukkan di Blogger.
- CNAME utama Blogger sudah dibuat.
- CNAME verifikasi Blogger sudah sesuai.
- Tidak ada konflik record pada hostname yang sama.
- Domain dapat diakses.
- HTTPS Blogger sudah diperiksa.
Perbedaan Menghubungkan Domain ke Cloudflare dan Menghubungkan Domain ke Blogger
Bagian ini penting karena kedua proses sering dianggap sama. Padahal tujuan dan konfigurasi yang dilakukan berbeda.
| Proses | Tujuan | Konfigurasi Utama |
|---|---|---|
| Domain ke Cloudflare | Menjadikan Cloudflare sebagai pengelola authoritative DNS. | Mengganti nameserver pada registrar. |
| Domain ke Blogger | Menghubungkan custom domain dengan blog. | CNAME dan record lain sesuai instruksi Blogger. |
Dengan memahami perbedaan ini, proses troubleshooting menjadi lebih mudah. Jika Cloudflare masih Pending, fokus pemeriksaan pada nameserver. Jika Cloudflare sudah aktif tetapi Blogger belum terhubung, fokus pada DNS record Blogger.
Urutan Troubleshooting yang Disarankan
Ketika domain bermasalah setelah konfigurasi, jangan langsung mengubah semua bagian. Gunakan urutan pemeriksaan berikut.
- Periksa apakah domain masih aktif.
- Periksa nameserver pada registrar.
- Bandingkan dengan nameserver Cloudflare.
- Periksa status domain pada Cloudflare.
- Periksa DNS record.
- Periksa DNSSEC jika muncul SERVFAIL atau masalah resolusi.
- Jika menggunakan Blogger, periksa CNAME.
- Periksa custom domain pada Blogger.
- Periksa HTTPS setelah koneksi domain berhasil.
Urutan ini membantu memisahkan masalah antara registrar, nameserver, DNS Cloudflare, dan Blogger.
Pengembangan setelah Domain Terhubung
Setelah domain berhasil menggunakan Cloudflare, Anda dapat melanjutkan ke berbagai pengaturan lain sesuai kebutuhan.
- Cara setting DNS Cloudflare untuk Blogger.
- Cara menghubungkan domain Cloudflare ke Blogger.
- Cara membuat CNAME untuk Blogger.
- Cara mengecek DNS domain.
- Cara mengatur subdomain di Cloudflare.
- Cara mengaktifkan HTTPS.
- Cara menggunakan Cloudflare untuk pengelolaan keamanan website.
Untuk blog berbasis Blogger, penguasaan DNS akan sangat membantu ketika Anda ingin menggunakan custom domain, membuat subdomain, menghubungkan layanan eksternal, atau memindahkan pengelolaan DNS tanpa mengubah platform blog.
FAQ Seputar Cara Menghubungkan Domain ke Cloudflare
Apakah domain harus dipindahkan dari registrar ke Cloudflare?
Tidak. Domain tetap terdaftar pada registrar tempat Anda membelinya. Untuk konfigurasi authoritative DNS, nameserver domain diarahkan ke nameserver Cloudflare sehingga DNS domain dikelola melalui Cloudflare.
Berapa lama perubahan nameserver ke Cloudflare?
Perubahan nameserver tidak selalu langsung aktif. Proses pada registrar dapat memerlukan waktu hingga 24 jam. Selama perubahan masih diproses, Cloudflare dapat menampilkan status Pending.
Mengapa domain Cloudflare masih Pending?
Periksa nameserver pada registrar dan pastikan sesuai dengan nameserver yang diberikan Cloudflare. Periksa juga status domain serta berikan waktu untuk propagasi. Jika masalah berlanjut, periksa DNSSEC dan DS record apabila sebelumnya domain menggunakan DNSSEC.
Apakah DNSSEC perlu diperiksa sebelum mengganti nameserver?
Ya, terutama jika domain sebelumnya menggunakan DNSSEC. DS record lama dapat menyebabkan masalah validasi DNS setelah authoritative DNS berpindah dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan SERVFAIL. Periksa konfigurasi DNSSEC pada registrar sebelum melakukan perpindahan.
Apakah Cloudflare bisa digunakan untuk custom domain Blogger?
Bisa. Setelah nameserver domain diarahkan ke Cloudflare, DNS record yang dibutuhkan Blogger dapat dikonfigurasi pada Cloudflare. Anda tetap perlu memasukkan custom domain di Blogger dan menggunakan CNAME yang diberikan Blogger.
Apa CNAME Blogger yang perlu digunakan?
Blogger menggunakan CNAME untuk custom domain. Salah satu CNAME yang umum adalah hostname www yang diarahkan ke ghs.google.com. Blogger juga dapat memberikan CNAME verifikasi khusus yang harus digunakan sesuai informasi pada akun dan blog Anda.
Apa yang dilakukan jika website tidak bisa dibuka setelah nameserver diganti?
Periksa DNS record pada Cloudflare dan pastikan record yang dibutuhkan website masih tersedia serta nilainya sesuai dengan layanan tujuan. Periksa juga DNSSEC jika muncul SERVFAIL. Jika website menggunakan Blogger, periksa CNAME dan pengaturan custom domain.
Kesimpulan
Cara menghubungkan domain ke Cloudflare sebenarnya memiliki alur yang jelas jika dilakukan secara berurutan. Pertama, siapkan domain dan akun Cloudflare. Kedua, tambahkan domain ke Cloudflare dan periksa DNS record yang tersedia. Ketiga, catat nameserver yang diberikan Cloudflare, lalu ganti nameserver tersebut pada registrar tempat domain dibeli.
Setelah perubahan dilakukan, tunggu proses propagasi dan periksa status domain. Jika Cloudflare masih Pending, periksa kembali nameserver pada registrar, status domain, dan DNSSEC apabila digunakan. Jika muncul SERVFAIL setelah perpindahan authoritative DNS, periksa kemungkinan adanya DS record atau konfigurasi DNSSEC lama.
Bagi pengguna Blogger, prosesnya dilanjutkan dengan konfigurasi custom domain. Setelah domain aktif di Cloudflare, masukkan custom domain pada Blogger, gunakan CNAME yang diberikan Blogger, lalu pastikan tidak ada konflik pada DNS record.
Hal terpenting adalah tidak terburu-buru mengubah atau menghapus DNS record. Pahami terlebih dahulu fungsi masing-masing record dan lakukan perubahan secara bertahap. Dengan memahami hubungan antara registrar, nameserver, DNS Cloudflare, dan Blogger, proses pengelolaan domain akan jauh lebih mudah dilakukan.

Posting Komentar untuk "Cara Menghubungkan Domain ke Cloudflare"
Posting Komentar