Cara Setting Domain di Blogger Panduan Lengkap

Panduan lengkap cara setting domain di Blogger, cara memasang custom domain Blogspot, menghubungkan domain sendiri ke Blogger, setting CNAME dan A Record, serta mengaktifkan HTTPS di Blogger.

Masih menggunakan alamat blog dengan akhiran .blogspot.com? Jika Anda ingin membuat blog terlihat lebih profesional, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menggunakan custom domain Blogger. Dengan custom domain, alamat blog dapat menggunakan nama domain sendiri seperti www.namabisnis.com tanpa harus menampilkan alamat Blogspot pada URL utama.

Menghubungkan domain sendiri ke Blogger sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, prosesnya membutuhkan beberapa pengaturan pada Blogger dan DNS domain. Anda perlu memasukkan CNAME yang diberikan Blogger, mengatur A Record, kemudian memastikan pengaturan HTTPS dan pengalihan domain sudah aktif.

Dalam panduan ini, kita akan membahas cara setting domain di Blogger secara lengkap, mulai dari persiapan, memasukkan custom domain, mendapatkan CNAME, mengatur DNS, memasukkan A Record Google, sampai mengaktifkan HTTPS.

Catatan: Tampilan menu DNS pada setiap penyedia domain dapat berbeda. Nama menu seperti DNS Management, DNS Zone, Kelola DNS, atau DNS Records dapat digunakan untuk menuju pengaturan yang sama.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Custom Domain Blogger?
  2. Persiapan Sebelum Setting Domain
  3. Cara Setting Custom Domain di Blogger
  4. Cara Setting DNS Domain
  5. Cara Memasukkan CNAME Blogger
  6. Cara Memasukkan A Record Google
  7. Cara Menyelesaikan Verifikasi Domain
  8. Cara Mengaktifkan HTTPS di Blogger
  9. Berapa Lama Propagasi DNS?
  10. Masalah yang Sering Terjadi
  11. Tips Setelah Custom Domain Aktif
  12. FAQ

Apa Itu Custom Domain Blogger?

Custom domain Blogger adalah penggunaan nama domain sendiri sebagai alamat blog yang sebelumnya menggunakan alamat bawaan Blogspot. Contohnya, sebuah blog awalnya memiliki alamat:

namablog.blogspot.com

Setelah menggunakan custom domain, alamat tersebut dapat menggunakan domain seperti:

www.namablog.com

Penggunaan domain sendiri dapat membuat alamat blog lebih singkat dan mudah diingat. Hal ini juga dapat membantu memberikan identitas yang lebih jelas untuk blog, website pribadi, portofolio, maupun website bisnis.

Kelebihan Menggunakan Custom Domain di Blogger

  • Alamat website terlihat lebih profesional.
  • Lebih mudah digunakan sebagai identitas brand.
  • Alamat domain lebih mudah diingat pengunjung.
  • Dapat digunakan untuk blog pribadi maupun website bisnis.
  • Tetap dapat memanfaatkan platform Blogger sebagai tempat pengelolaan blog.
  • Anda tidak perlu mengelola server hosting sendiri untuk blog Blogger.

Persiapan Sebelum Setting Domain di Blogger

Sebelum mulai menghubungkan domain ke Blogger, pastikan beberapa hal berikut sudah tersedia agar proses pengaturan berjalan lebih lancar.

1. Siapkan Nama Domain

Anda harus sudah mempunyai domain aktif yang telah didaftarkan melalui penyedia domain. Penyedia domain dapat berbeda-beda, sehingga tampilan panel pengelolaan DNS juga mungkin tidak sama.

2. Pastikan Bisa Login ke Panel Domain

Pastikan Anda mempunyai akses ke akun tempat domain dibeli. Anda membutuhkan akses menuju bagian DNS Management atau pengaturan DNS untuk menambahkan record yang diperlukan Blogger.

3. Pastikan Bisa Mengakses Dashboard Blogger

Login ke akun Google yang digunakan untuk mengelola blog. Pastikan Anda dapat membuka dashboard Blogger dan blog yang ingin dihubungkan dengan domain.

Checklist sebelum mulai:
  • Domain sudah aktif.
  • Akses akun penyedia domain tersedia.
  • Akses DNS Management tersedia.
  • Akses dashboard Blogger tersedia.

Cara Setting Custom Domain di Blogger

Setelah semua persiapan selesai, langkah berikutnya adalah memasukkan nama domain ke pengaturan Blogger. Ikuti langkah berikut secara berurutan.

Langkah 1: Login ke Blogger

Buka dashboard Blogger dan pilih blog yang ingin Anda hubungkan dengan domain sendiri.

Langkah 2: Buka Menu Setelan

Pada dashboard Blogger, buka menu Setelan. Kemudian cari bagian yang berkaitan dengan Publikasi.

Langkah 3: Pilih Domain Kustom

Pada bagian Publikasi, pilih opsi Domain kustom. Blogger akan menampilkan kolom untuk memasukkan nama domain yang ingin digunakan.

Langkah 4: Masukkan Domain dengan www

Masukkan domain dengan format subdomain www. Contohnya:

www.namablog.com

Setelah itu klik Simpan.

Langkah 5: Salin CNAME yang Diberikan Blogger

Jika domain belum terhubung, Blogger akan menampilkan informasi yang meminta Anda melakukan verifikasi DNS. Biasanya terdapat dua CNAME yang perlu ditambahkan pada pengaturan DNS domain.

CNAME pertama umumnya menggunakan host www dengan tujuan ghs.google.com. CNAME kedua merupakan kode unik yang diberikan Blogger untuk verifikasi domain.

Penting: Jangan menggunakan CNAME verifikasi milik blog lain. Kode CNAME kedua bersifat unik dan harus disalin langsung dari halaman Blogger Anda.

Cara Setting DNS Domain untuk Blogger

Setelah mendapatkan CNAME dari Blogger, buka tab browser baru dan login ke tempat Anda membeli domain. Cari menu seperti DNS Management, Kelola DNS, DNS Zone, atau DNS Records.

Di bagian inilah Anda akan menambahkan CNAME dan A Record yang dibutuhkan Blogger.

Cara Memasukkan CNAME Blogger

CNAME digunakan untuk mengarahkan nama host tertentu ke alamat tujuan yang diberikan oleh Google/Blogger.

CNAME Pertama

Tambahkan record CNAME dengan pengaturan berikut:

  • Type: CNAME
  • Name/Host: www
  • Target/Destination: ghs.google.com

CNAME Kedua

Untuk CNAME kedua, gunakan kode unik yang ditampilkan Blogger pada saat Anda mencoba menyimpan custom domain.

  • Type: CNAME
  • Name/Host: kode unik dari Blogger
  • Target/Destination: kode tujuan unik dari Blogger

Karena kode tersebut berbeda untuk setiap blog, jangan menyalin contoh kode dari artikel atau website lain. Gunakan kode yang muncul pada dashboard Blogger Anda.

Cara Memasukkan 4 A Record Google

Selain CNAME, Blogger juga menggunakan beberapa alamat IP Google untuk membantu mengarahkan domain utama tanpa subdomain. Jika Anda ingin domain utama seperti namablog.com dapat mengarah ke blog, tambahkan empat A Record berikut.

Tambahkan empat record A dengan IP berikut:

  1. 216.239.32.21
  2. 216.239.34.21
  3. 216.239.36.21
  4. 216.239.38.21

Jika panel DNS meminta pengisian Name atau Host untuk A Record, biasanya digunakan simbol @ untuk menunjukkan domain utama. Namun, format setiap penyedia domain dapat berbeda. Ikuti format yang tersedia pada panel DNS tempat domain Anda dikelola.

Ringkasan DNS Blogger:
  • CNAME untuk www menuju ghs.google.com.
  • CNAME kedua menggunakan kode verifikasi yang diberikan Blogger.
  • Tambahkan 4 A Record Google untuk domain utama.

Cara Menyelesaikan Verifikasi Domain di Blogger

Setelah CNAME dan A Record selesai ditambahkan, kembali ke dashboard Blogger. Masukkan kembali custom domain jika diperlukan, kemudian klik Simpan.

Blogger akan memeriksa konfigurasi DNS. Jika record sudah terbaca dengan benar, domain dapat berhasil terhubung ke blog.

Jika masih muncul pesan error, jangan langsung mengubah semua record. Periksa kembali nama host, tipe record, serta tujuan CNAME yang dimasukkan.

Hal yang Perlu Dicek Jika Verifikasi Gagal

  • Pastikan CNAME www sudah benar.
  • Pastikan CNAME kedua sama persis dengan yang diberikan Blogger.
  • Pastikan tidak ada kesalahan pengetikan.
  • Pastikan record DNS sudah tersimpan.
  • Periksa apakah terdapat record lama yang bentrok.
  • Berikan waktu agar perubahan DNS dapat terbaca.

Cara Mengaktifkan HTTPS di Blogger

Setelah custom domain berhasil terhubung, periksa kembali menu pengaturan Blogger dan cari bagian HTTPS.

Pastikan opsi Ketersediaan HTTPS diaktifkan setelah sertifikat HTTPS tersedia. HTTPS penting untuk membantu menjaga koneksi antara browser pengunjung dan website.

Setelah HTTPS aktif, Blogger dapat menggunakan alamat website dengan format https://.

Aktifkan Pengalihan HTTPS

Jika opsi Pengalihan HTTPS tersedia dan sudah dapat digunakan, aktifkan agar pengunjung yang membuka versi HTTP diarahkan ke versi HTTPS.

Catatan: HTTPS mungkin tidak langsung tersedia setelah perubahan DNS. Tunggu sampai proses sertifikat dan konfigurasi Blogger selesai.

Berapa Lama Propagasi DNS?

Salah satu hal yang sering membuat pengguna khawatir setelah melakukan setting domain Blogger adalah website belum langsung dapat dibuka.

Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan DNS membutuhkan waktu untuk tersebar dan diperbarui oleh sistem DNS. Proses ini biasa disebut propagasi DNS.

Waktu propagasi dapat berbeda-beda. Dalam beberapa kasus perubahan dapat terlihat relatif cepat, sementara pada kondisi tertentu membutuhkan waktu lebih lama.

Karena itu, jika domain belum langsung aktif setelah perubahan DNS, sebaiknya periksa konfigurasi terlebih dahulu dan berikan waktu untuk proses sinkronisasi.

Masalah yang Sering Terjadi Saat Setting Domain Blogger

1. Domain Tidak Bisa Dibuka

Jika domain belum dapat dibuka, periksa kembali record DNS. Pastikan CNAME dan A Record telah dimasukkan dengan benar.

2. Muncul Error Saat Menyimpan Custom Domain

Error saat menyimpan custom domain biasanya berkaitan dengan konfigurasi DNS yang belum sesuai atau belum terbaca oleh Blogger. Pastikan CNAME verifikasi dari Blogger sudah dimasukkan secara tepat.

3. Domain dengan www Berfungsi tetapi Domain Utama Tidak

Jika www.namablog.com sudah dapat dibuka tetapi namablog.com belum dapat digunakan, periksa kembali empat A Record Google pada DNS domain.

4. HTTPS Belum Aktif

HTTPS tidak selalu tersedia seketika setelah domain tersambung. Pastikan DNS sudah benar dan tunggu sampai Blogger menyelesaikan proses penyediaan HTTPS.

5. DNS Lama Masih Tersimpan

Record DNS lama yang memiliki fungsi sama dapat menyebabkan konflik. Jika menemukan record lama yang mengarah ke layanan berbeda, periksa kembali konfigurasi sebelum menghapus atau mengubahnya.

Tips Setelah Custom Domain Blogger Aktif

Setelah domain berhasil terhubung, jangan berhenti pada pengaturan DNS saja. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa agar blog siap digunakan.

1. Periksa Alamat Blog

Buka domain menggunakan browser dan pastikan halaman blog dapat dimuat dengan normal.

2. Periksa Versi HTTPS

Pastikan blog dapat dibuka menggunakan alamat https:// dan tidak menampilkan peringatan keamanan pada browser.

3. Periksa Menu dan Link Internal

Buka beberapa artikel lama dan periksa menu navigasi, gambar, tombol, serta tautan internal untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

4. Periksa Google Search Console

Jika blog digunakan untuk SEO, periksa kembali properti website pada Google Search Console dan sesuaikan konfigurasi domain apabila diperlukan.

5. Gunakan Domain Secara Konsisten

Setelah custom domain aktif, gunakan alamat domain yang benar secara konsisten pada profil media sosial, materi promosi, dan tautan yang Anda bagikan.

Apakah Custom Domain Blogger Bagus untuk SEO?

Menggunakan custom domain dapat memberikan identitas website yang lebih profesional dan memudahkan penggunaan brand. Namun, penggunaan domain sendiri bukan berarti sebuah artikel otomatis mendapatkan posisi tertentu di mesin pencari.

SEO tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas konten, relevansi dengan kebutuhan pengguna, struktur website, internal linking, pengalaman pengguna, performa halaman, dan faktor teknis lainnya.

Karena itu, setelah memasang custom domain, tetap fokus membuat konten berkualitas, relevan, informatif, dan mudah digunakan.

Perbedaan Blogspot dan Custom Domain Blogger

Aspek Blogspot Custom Domain
Alamat Menggunakan .blogspot.com Menggunakan domain sendiri
Branding Lebih bergantung pada identitas Blogspot Lebih mudah disesuaikan dengan brand
Hosting Blogger Menggunakan infrastruktur Blogger Tetap menggunakan Blogger
Biaya Domain Tidak perlu membeli domain sendiri Perlu membeli dan memperpanjang domain

Kesimpulan

Cara setting domain di Blogger pada dasarnya terdiri dari beberapa tahap utama, yaitu memasukkan custom domain pada Blogger, mendapatkan CNAME verifikasi, menambahkan CNAME ke DNS domain, memasukkan empat A Record Google, kemudian menyelesaikan proses verifikasi.

Setelah domain berhasil terhubung, Anda dapat melanjutkan dengan mengaktifkan HTTPS dan memeriksa kembali seluruh halaman blog. Jika domain belum langsung aktif, jangan terburu-buru mengubah konfigurasi karena perubahan DNS membutuhkan waktu untuk diproses.

Dengan menggunakan nama domain sendiri, blog Blogger dapat memiliki alamat yang lebih singkat, mudah diingat, dan lebih sesuai untuk membangun identitas pribadi maupun brand bisnis.

Semoga panduan cara menghubungkan domain sendiri ke Blogger ini membantu Anda melakukan pengaturan custom domain dengan lebih mudah. Untuk melihat karya lainnya dan mengenal saya lebih dekat, silakan kunjungi profil saya di sini .

FAQ: Pertanyaan Seputar Custom Domain Blogger

1. Apakah mengganti domain akan menghapus artikel lama di Blogger?

Tidak. Menghubungkan custom domain pada Blogger tidak berarti Anda harus menghapus seluruh artikel lama. Blog tetap menggunakan konten yang sama, sementara alamat publiknya menggunakan domain yang Anda hubungkan.

2. Apakah Blogger bisa menggunakan domain sendiri?

Ya. Blogger mendukung penggunaan custom domain sehingga blog dapat diakses menggunakan nama domain sendiri.

3. Kenapa Blogger meminta CNAME saat memasang domain?

CNAME digunakan sebagai bagian dari konfigurasi dan verifikasi agar Blogger dapat menghubungkan domain yang Anda miliki dengan blog yang dipilih. CNAME kedua biasanya berupa kode unik yang diberikan oleh Blogger.

4. Apa fungsi A Record Google pada Blogger?

A Record digunakan untuk mengarahkan domain utama ke alamat IP yang digunakan dalam konfigurasi Blogger. Empat alamat IP Google yang digunakan dalam konfigurasi tersebut adalah 216.239.32.21, 216.239.34.21, 216.239.36.21, dan 216.239.38.21.

5. Kenapa domain sudah diatur tetapi belum bisa dibuka?

Perubahan DNS membutuhkan waktu untuk tersebar melalui sistem DNS. Selain menunggu propagasi, periksa juga kembali CNAME dan A Record untuk memastikan tidak ada kesalahan konfigurasi.

6. Berapa lama proses propagasi DNS?

Waktu propagasi DNS dapat berbeda-beda tergantung kondisi dan penyedia DNS. Dalam beberapa kasus perubahan dapat terlihat lebih cepat, sementara pada kondisi tertentu membutuhkan waktu lebih lama.

7. Apakah custom domain Blogger harus menggunakan www?

Pada proses pengaturan custom domain Blogger, domain yang dimasukkan pada pengaturan Blogger menggunakan format seperti www.namadomain.com. Pengaturan A Record kemudian dapat digunakan agar domain utama dapat diarahkan ke konfigurasi Blogger.

8. Apakah custom domain Blogger membutuhkan hosting tambahan?

Untuk blog yang tetap menggunakan Blogger sebagai platform, Anda tidak perlu membeli hosting web terpisah hanya untuk meng-host blog tersebut. Anda tetap perlu memiliki domain yang aktif dan dapat mengatur DNS-nya.

9. Apakah HTTPS perlu diaktifkan?

HTTPS sangat disarankan untuk website karena membantu menyediakan koneksi yang terenkripsi antara browser dan website. Setelah custom domain aktif, periksa pengaturan HTTPS di Blogger.

10. Apakah custom domain membuat blog otomatis mendapatkan ranking Google?

Tidak. Custom domain membantu memberikan identitas website yang lebih profesional, tetapi ranking mesin pencari tetap dipengaruhi oleh banyak faktor SEO lainnya seperti kualitas konten, relevansi, struktur website, pengalaman pengguna, dan faktor teknis.

Posting Komentar untuk "Cara Setting Domain di Blogger Panduan Lengkap"