Cara Menentukan Struktur Menu Website Blogger Sebelum Membuatnya

Membuat menu navigasi sering dianggap sebagai pekerjaan yang dilakukan setelah template Blogger selesai dipasang. Padahal, menentukan struktur menu website Blogger sebaiknya dilakukan sebelum mulai membangun website. Dengan struktur yang sudah direncanakan, halaman dapat disusun lebih logis dan pengunjung akan lebih mudah menemukan informasi yang mereka cari.

Kesalahan dalam membuat menu biasanya bukan karena kurangnya pilihan menu, tetapi karena terlalu banyak halaman dimasukkan sekaligus tanpa pengelompokan yang jelas. Akibatnya, header menjadi penuh, navigasi sulit digunakan di perangkat mobile, dan pengunjung tidak langsung memahami isi website.

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara menentukan halaman utama, mengurutkan menu, mengelompokkan informasi, serta menyusun navigasi website agar lebih sederhana dan mudah dipahami. Pembahasan juga mencakup contoh struktur untuk beberapa jenis website Blogger sehingga Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan sendiri.

Apa Itu Struktur Menu Website Blogger?

Struktur menu website Blogger adalah susunan halaman dan kelompok informasi yang ditampilkan melalui sistem navigasi website. Struktur ini menentukan halaman apa yang menjadi bagian utama, halaman mana yang menjadi pendukung, serta bagaimana pengunjung berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya.

Menu tidak hanya berupa deretan tombol seperti Beranda, Tentang, atau Kontak. Di belakang menu tersebut terdapat struktur informasi yang perlu dirancang agar hubungan antarhalaman masuk akal.

Sebagai contoh, website jasa dapat memiliki struktur seperti:

  • Beranda
  • Tentang
  • Layanan
  • Portofolio
  • FAQ
  • Kontak

Sementara website yang berisi banyak artikel dapat menggunakan struktur yang lebih berfokus pada kategori konten, seperti:

  • Beranda
  • Artikel
  • Kategori
  • Tentang
  • Kontak

Kedua contoh tersebut sama-sama menggunakan Blogger, tetapi kebutuhan navigasinya berbeda. Karena itu, struktur menu harus mengikuti tujuan website, bukan sekadar mengikuti template.

Mengapa Menu Perlu Dirancang Sebelum Website Dibuat?

Menentukan menu sejak awal membantu Anda memahami bentuk website yang akan dibangun. Sebelum memilih layout, widget, atau template, Anda sudah mempunyai gambaran halaman apa yang harus tersedia.

Hal ini juga menghindarkan Anda dari kebiasaan membuat halaman secara acak. Tanpa struktur awal, biasanya halaman baru ditambahkan begitu saja ke menu sampai akhirnya navigasi menjadi terlalu panjang.

Perencanaan menu sejak awal memberikan beberapa manfaat:

  • Memudahkan menentukan halaman yang benar-benar diperlukan.
  • Membantu menyusun navigasi secara logis.
  • Mengurangi jumlah menu yang tidak penting.
  • Memudahkan menentukan struktur template.
  • Membuat website lebih mudah dipahami pengunjung.
  • Mempermudah pengembangan website ketika jumlah konten bertambah.

Dengan kata lain, menu berfungsi seperti peta. Sebelum membangun rumah, Anda perlu mengetahui ruangan apa saja yang akan dibuat dan bagaimana hubungan antar-ruangan tersebut. Hal yang sama berlaku pada website.

Mulai dari Tujuan Utama Website

Langkah pertama dalam membuat menu Blogspot adalah menentukan tujuan website. Jangan mulai dari daftar halaman yang sudah Anda lihat di website lain.

Tanyakan terlebih dahulu mengapa website tersebut dibuat dan apa yang paling ingin ditemukan pengunjung.

Misalnya:

  • Blog pribadi digunakan untuk membaca artikel dan mengenal penulis.
  • Website bisnis digunakan untuk mengenal layanan dan menghubungi bisnis.
  • Website portofolio digunakan untuk melihat hasil pekerjaan.
  • Website organisasi digunakan untuk mendapatkan informasi profil dan kegiatan.
  • Website katalog digunakan untuk melihat produk dan informasi terkait.
  • Website pendidikan digunakan untuk menyajikan informasi program, kegiatan, dan kontak.

Dari tujuan tersebut, Anda dapat menentukan informasi apa yang harus menjadi prioritas pada navigasi utama.

Bedakan Tujuan Utama dan Informasi Pendukung

Tidak semua informasi harus masuk ke menu utama. Beberapa halaman hanya berfungsi sebagai pendukung dan dapat ditempatkan di area lain seperti footer.

Contohnya, halaman seperti Kebijakan Privasi, Disclaimer, atau Sitemap mungkin diperlukan oleh website, tetapi belum tentu perlu ditempatkan sejajar dengan Beranda, Layanan, atau Kontak.

Pemisahan antara informasi utama dan pendukung membantu menu tetap sederhana.

Buat Daftar Semua Halaman yang Mungkin Dibutuhkan

Sebelum menentukan posisi menu, buat terlebih dahulu daftar semua halaman yang kemungkinan akan tersedia di website. Pada tahap ini, jangan terlalu memikirkan tampilannya.

Tulis semua kebutuhan informasi. Misalnya untuk website jasa:

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Detail Layanan
  • Portofolio
  • Testimoni
  • FAQ
  • Kontak
  • Blog
  • Privasi
  • Disclaimer

Setelah daftar tersebut dibuat, Anda belum perlu memasukkan semuanya ke header. Langkah berikutnya adalah mengelompokkan halaman berdasarkan fungsi.

Kelompokkan Halaman Berdasarkan Jenis Informasi

Pengelompokan membantu menemukan hubungan antarhalaman. Jika beberapa halaman membahas topik yang sama, halaman tersebut dapat berada dalam satu kelompok.

Misalnya, pada website bisnis terdapat kelompok informasi:

  • Profil: Tentang Kami, Tim, Visi dan Misi.
  • Layanan: Daftar Layanan, Detail Layanan, Harga jika memang relevan.
  • Bukti Pekerjaan: Portofolio, Proyek, Testimoni.
  • Informasi: Blog, FAQ, Panduan.
  • Kontak: Kontak, Lokasi, Formulir.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu menjadikan setiap halaman sebagai item menu utama. Beberapa halaman dapat menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar.

Gunakan Pengelompokan yang Mudah Dipahami

Nama kelompok harus menggambarkan isi di dalamnya. Hindari membuat kategori yang terlalu umum jika tidak membantu pengunjung memahami informasi.

Misalnya, menu bernama “Lainnya” mungkin terlihat praktis bagi pemilik website, tetapi tidak banyak memberikan petunjuk kepada pengunjung. Nama seperti “Layanan”, “Tentang”, atau “Informasi” biasanya lebih jelas ketika memang sesuai dengan isinya.

Tentukan Halaman yang Wajib Masuk Menu Utama

Setelah daftar halaman selesai dikelompokkan, pilih hanya halaman yang paling penting untuk navigasi utama.

Menu utama sebaiknya menjadi tempat bagi halaman yang paling sering dibutuhkan pengunjung atau yang membantu mereka memahami fungsi website.

Contoh halaman yang sering menjadi prioritas:

  • Beranda
  • Tentang
  • Layanan
  • Produk
  • Portofolio
  • Blog
  • Kontak

Tidak berarti semua website harus mempunyai semua halaman tersebut. Pilih berdasarkan kebutuhan.

Gunakan Pertanyaan Sederhana untuk Menentukan Prioritas

Untuk setiap halaman, tanyakan:

Apakah pengunjung kemungkinan membutuhkan halaman ini untuk memahami website atau menemukan informasi utama?

Jika jawabannya ya, halaman tersebut mungkin layak dipertimbangkan untuk navigasi utama. Jika tidak, Anda dapat menempatkannya sebagai halaman pendukung.

Susun Urutan Menu Berdasarkan Alur Pengunjung

Setelah menentukan item menu, urutkan berdasarkan alur informasi. Jangan menyusun urutan hanya karena mengikuti kebiasaan atau karena nama halaman terlihat bagus ketika berada di posisi tertentu.

Untuk website profil, misalnya, alur yang masuk akal dapat dimulai dari identitas, kemudian informasi tentang pemilik website, hasil pekerjaan, layanan, dan cara menghubungi.

Contohnya:

  1. Beranda
  2. Tentang
  3. Portofolio
  4. Layanan
  5. Kontak

Untuk website jasa, urutan dapat berbeda:

  1. Beranda
  2. Layanan
  3. Portofolio
  4. FAQ
  5. Tentang
  6. Kontak

Tidak ada satu urutan yang berlaku untuk semua website. Yang penting adalah pengunjung dapat mengikuti alur dengan mudah.

Beranda Tidak Selalu Harus Menjadi Semua Hal

Beranda memang menjadi titik awal bagi banyak website, tetapi jangan menjadikannya tempat untuk memasukkan semua informasi.

Homepage sebaiknya memberikan gambaran tentang website dan mengarahkan pengunjung ke bagian yang paling relevan. Detail lengkap tetap sebaiknya berada di halaman khusus.

Contohnya, daripada menampilkan seluruh detail layanan pada homepage, Anda dapat menampilkan ringkasan setiap layanan lalu mengarahkan pengunjung ke halaman yang membahas layanan tersebut secara lebih lengkap.

Pola ini membantu menjaga homepage tetap terstruktur.

Pahami Perbedaan Menu Utama, Submenu, dan Footer

Salah satu kesalahan dalam navigasi website adalah menganggap semua halaman harus ditempatkan dalam satu baris menu utama. Padahal, navigasi dapat dibagi menjadi beberapa tingkat.

Menu Utama

Menu utama berisi halaman yang paling penting. Jumlahnya sebaiknya dijaga agar tetap mudah dipahami, terutama pada mobile.

Submenu

Submenu digunakan ketika satu kelompok memiliki beberapa halaman terkait. Misalnya:

  • Layanan
    • Desain Website
    • Pembuatan Landing Page
    • Optimasi Website

Pada Blogger, cara implementasi submenu dapat berbeda tergantung template yang digunakan. Namun secara struktur informasi, prinsipnya tetap sama: halaman terkait dikelompokkan di bawah kategori yang jelas.

Footer

Footer dapat digunakan untuk informasi pendukung yang tidak harus tampil di navigasi utama. Misalnya halaman kebijakan, disclaimer, sitemap, informasi kontak tambahan, atau tautan tertentu.

Pembagian ini membantu header tetap bersih tanpa menghilangkan halaman yang dibutuhkan website.

Hindari Menu yang Terlalu Banyak

Semakin banyak menu yang ditambahkan, semakin sulit pengunjung menemukan pilihan yang mereka butuhkan. Pada layar desktop, masalah tersebut mungkin belum terlalu terasa, tetapi pada mobile ruang navigasi jauh lebih terbatas.

Jika sebuah website mempunyai banyak halaman, jangan langsung menjadikannya daftar menu panjang. Gunakan pengelompokan yang masuk akal.

Misalnya, daripada menampilkan:

  • Layanan A
  • Layanan B
  • Layanan C
  • Layanan D
  • Layanan E
  • Layanan F

Anda dapat mempertimbangkan satu menu “Layanan” yang berisi halaman-halaman tersebut.

Pengunjung tetap dapat menemukan detailnya, sementara navigasi utama tetap ringkas.

Gunakan Nama Menu yang Jelas

Nama menu merupakan bagian dari komunikasi. Pengunjung perlu memahami isi halaman hanya dari label yang mereka lihat.

Gunakan kata yang familiar dan langsung menjelaskan isi.

Contoh:

  • Tentang
  • Layanan
  • Portofolio
  • Blog
  • Kontak

Nama seperti “Kenali Lebih Dekat” mungkin terdengar lebih kreatif, tetapi “Tentang” biasanya lebih mudah dipahami sebagai menu navigasi.

Hindari Label yang Terlalu Panjang

Label menu yang terlalu panjang dapat menghabiskan ruang, terutama pada desktop dengan lebar header terbatas. Pada mobile, masalah ini menjadi semakin jelas.

Usahakan nama menu singkat tetapi tetap spesifik. Jika satu kata tidak cukup jelas, gunakan frasa pendek yang mudah dipahami.

Sesuaikan Struktur Menu dengan Jenis Website

Struktur menu seharusnya mengikuti kebutuhan website. Berikut beberapa contoh agar lebih mudah dibayangkan.

Struktur Menu untuk Blog Pribadi

Blog pribadi biasanya lebih berfokus pada artikel dan identitas pemilik.

  • Beranda
  • Tentang
  • Blog
  • Kategori
  • Kontak

Jika kategori artikel sudah cukup jelas melalui widget atau sistem label, menu khusus “Kategori” bahkan dapat disesuaikan atau tidak digunakan.

Struktur Menu untuk Website Portofolio

Website portofolio menempatkan hasil pekerjaan sebagai informasi utama.

  • Beranda
  • Tentang
  • Portofolio
  • Layanan
  • Kontak

Jika portofolio memiliki banyak jenis proyek, bagian tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan kategori.

Struktur Menu untuk Website Bisnis atau Jasa

Website bisnis perlu membantu pengunjung memahami layanan dan cara menghubungi bisnis.

  • Beranda
  • Tentang
  • Layanan
  • Portofolio
  • FAQ
  • Kontak

Struktur Menu untuk Website Katalog

Katalog membutuhkan navigasi yang memudahkan pengunjung menemukan kelompok produk.

  • Beranda
  • Produk
  • Kategori
  • Tentang
  • Kontak

Struktur Menu untuk Website Organisasi

Website organisasi biasanya memiliki kebutuhan informasi yang cukup beragam.

  • Beranda
  • Profil
  • Program
  • Kegiatan
  • Berita
  • Kontak

Struktur tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.

Bedakan Menu untuk Halaman Statis dan Konten Dinamis

Blogger memiliki halaman statis dan posting yang dapat digunakan untuk tujuan berbeda. Halaman statis biasanya cocok untuk informasi yang relatif tetap seperti Tentang, Kontak, atau informasi layanan.

Sementara posting dapat digunakan untuk artikel, berita, tutorial, atau konten yang dipublikasikan secara berkala.

Perbedaan ini perlu dipertimbangkan saat membuat navigasi. Anda tidak harus memasukkan setiap artikel satu per satu ke dalam menu. Cukup gunakan kategori, label, arsip, atau halaman pengelompokan yang sesuai.

Gunakan Kategori atau Label untuk Mengelompokkan Banyak Artikel

Untuk website dengan banyak posting, menu bukan tempat untuk menampilkan seluruh artikel. Gunakan sistem pengelompokan agar artikel dapat ditemukan tanpa membuat navigasi menjadi penuh.

Misalnya blog Blogger memiliki artikel tentang:

  • Template Blogger
  • SEO
  • HTML dan CSS
  • Tutorial Blogger
  • Website

Daripada membuat puluhan item menu berdasarkan judul artikel, Anda dapat menggunakan kelompok topik tersebut sebagai kategori atau label.

Dengan demikian, menu utama tetap berfokus pada struktur website, sedangkan sistem konten menangani artikel yang jumlahnya terus bertambah.

Cara Menentukan Struktur Menu Website Blogger Langkah demi Langkah

Jika Anda sedang membangun website dari nol, gunakan proses berikut agar perencanaan lebih mudah dilakukan.

Langkah 1: Tentukan Tujuan Website

Tulis tujuan website dalam satu kalimat. Contohnya, “Website ini digunakan untuk menampilkan layanan desain website dan portofolio.”

Kalimat sederhana ini akan membantu menentukan informasi apa yang paling dibutuhkan pengunjung.

Langkah 2: Tentukan Target Informasi

Catat informasi yang harus diketahui pengunjung. Untuk website jasa misalnya, mereka mungkin perlu mengetahui layanan, hasil pekerjaan, profil penyedia jasa, dan cara menghubungi.

Langkah 3: Buat Daftar Semua Halaman

Masukkan semua halaman yang mungkin dibutuhkan tanpa langsung menentukan mana yang menjadi menu utama.

Langkah 4: Kelompokkan Halaman

Gabungkan halaman yang memiliki hubungan. Halaman profil dapat menjadi satu kelompok, layanan menjadi kelompok lain, dan sebagainya.

Langkah 5: Pilih Halaman Prioritas

Tentukan halaman yang paling penting untuk ditempatkan pada menu utama. Informasi pendukung dapat ditempatkan pada submenu atau footer.

Langkah 6: Susun Urutan Navigasi

Tempatkan menu berdasarkan alur pengunjung. Beranda biasanya menjadi titik awal, kemudian informasi penting lainnya disusun mengikuti kebutuhan.

Langkah 7: Periksa Nama Setiap Menu

Pastikan label singkat, jelas, dan sesuai dengan isi halaman. Hindari nama yang membuat pengunjung harus menebak maksudnya.

Langkah 8: Uji dari Sudut Pandang Pengunjung

Lihat struktur menu seolah-olah Anda belum pernah mengunjungi website tersebut. Tanyakan apakah tujuan setiap item dapat dipahami hanya dari labelnya.

Langkah 9: Uji pada Mobile

Periksa bagaimana struktur tersebut diterjemahkan ke menu mobile. Pastikan submenu tidak sulit diakses dan tidak membuat navigasi terasa rumit.

Buat Sitemap Sederhana Sebelum Membuat Menu

Untuk website yang cukup kompleks, Anda dapat membuat sitemap sederhana terlebih dahulu. Tidak perlu menggunakan alat khusus. Daftar bertingkat di catatan atau dokumen sudah cukup.

Contohnya:

Beranda
├── Tentang
├── Layanan
│   ├── Desain Website
│   ├── Landing Page
│   └── Optimasi Website
├── Portofolio
├── Blog
│   ├── Tutorial
│   ├── Tips
│   └── Panduan
└── Kontak

Struktur seperti ini memberikan gambaran hubungan antarhalaman sebelum Anda memasukkannya ke template Blogger.

Sitemap sederhana juga membantu Anda mengetahui apakah website memiliki terlalu banyak tingkat navigasi atau pengelompokan yang terlalu dalam.

Jangan Membuat Navigasi Terlalu Dalam

Submenu dapat membantu mengelompokkan informasi, tetapi terlalu banyak tingkat dapat membuat pengunjung kesulitan.

Contoh struktur yang terlalu dalam:

Produk
└── Kategori
    └── Jenis
        └── Subjenis
            └── Detail

Struktur seperti itu mungkin diperlukan pada website tertentu, tetapi untuk website Blogger sederhana, pendekatan tersebut dapat menyulitkan navigasi.

Usahakan agar informasi penting dapat ditemukan dengan sesedikit mungkin langkah.

Perhatikan Struktur Menu pada Smartphone

Menu desktop dan mobile tidak selalu dapat menggunakan pola yang sama secara visual. Desktop memiliki ruang lebih luas, sedangkan smartphone memiliki lebar layar yang jauh lebih terbatas.

Karena itu, saat merancang menu navigasi Blogger, pikirkan sejak awal bagaimana struktur tersebut akan tampil pada perangkat kecil.

Beberapa hal yang perlu diperiksa:

  • Apakah nama menu tidak terlalu panjang?
  • Apakah submenu mudah dibuka?
  • Apakah item menu memiliki jarak yang cukup?
  • Apakah menu tidak terlalu dalam?
  • Apakah pengunjung dapat kembali ke menu sebelumnya dengan mudah?

Struktur informasi yang baik akan tetap berguna meskipun tampilan menu berubah dari horizontal di desktop menjadi menu panel atau dropdown di mobile.

Gunakan Search untuk Website dengan Banyak Konten

Jika website memiliki banyak artikel atau halaman, menu tidak dapat menjadi satu-satunya cara untuk menemukan informasi. Fitur pencarian dapat membantu pengunjung menemukan konten tertentu tanpa harus menjelajahi semua menu.

Karena itu, website yang memiliki banyak konten sebaiknya mempertimbangkan pencarian sebagai bagian dari navigasi secara keseluruhan.

Menu bertugas memberi struktur umum, sedangkan pencarian membantu pengunjung menemukan informasi secara langsung.

Struktur Menu Harus Bisa Berkembang

Website jarang berhenti pada jumlah halaman yang sama. Setelah beberapa bulan, Anda mungkin menambahkan layanan baru, kategori baru, artikel baru, atau halaman informasi tambahan.

Karena itu, struktur menu sebaiknya tidak terlalu bergantung pada kondisi website hari ini saja.

Contohnya, jika Anda baru mempunyai dua layanan, mungkin menu “Layanan” cukup sederhana. Ketika jumlahnya bertambah, Anda tetap dapat mempertahankan “Layanan” sebagai kelompok utama tanpa mengubah keseluruhan header.

Struktur yang dapat berkembang akan membuat pengelolaan website lebih mudah.

Hindari Membuat Menu Berdasarkan Isi yang Belum Ada

Salah satu kesalahan adalah membuat menu terlalu banyak karena merencanakan konten yang belum tentu benar-benar dipublikasikan.

Lebih baik membuat struktur berdasarkan kebutuhan yang nyata. Halaman yang benar-benar dibutuhkan dapat menjadi prioritas, sedangkan rencana jangka panjang dapat ditambahkan ketika kontennya sudah tersedia.

Dengan cara ini, navigasi tidak terlihat kosong atau dipenuhi halaman yang belum mempunyai isi.

Jangan Menyamakan Menu dengan Daftar Semua Halaman

Website dapat memiliki banyak halaman tetapi tetap mempunyai menu utama yang sederhana. Menu bukan daftar lengkap seluruh URL website.

Anggap menu sebagai ringkasan struktur website. Pengunjung cukup melihat navigasi untuk memahami bagian utama, kemudian menggunakan kategori, pencarian, tautan kontekstual, atau footer untuk menemukan informasi tambahan.

Pemahaman ini sangat penting bagi pemula karena banyak website menjadi rumit hanya karena semua halaman dipaksa masuk ke header.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Struktur Menu Blogspot

1. Membuat Menu Sebelum Menentukan Tujuan Website

Tanpa tujuan yang jelas, menu biasanya dibuat berdasarkan perkiraan. Akibatnya, struktur dapat berubah berkali-kali setelah website mulai digunakan.

2. Memasukkan Semua Halaman ke Header

Tidak semua halaman harus terlihat di navigasi utama. Pisahkan halaman prioritas dan halaman pendukung.

3. Menggunakan Nama Menu yang Membingungkan

Nama yang terlalu kreatif dapat mengurangi kejelasan navigasi. Gunakan label yang langsung menjelaskan isi.

4. Membuat Terlalu Banyak Submenu

Submenu yang bertingkat terlalu dalam dapat membuat pengunjung kesulitan menemukan halaman yang mereka cari.

5. Tidak Memikirkan Mobile

Struktur yang terlihat baik di desktop belum tentu mudah digunakan pada smartphone. Uji menu sejak tahap perencanaan.

6. Menggunakan Menu untuk Menampilkan Semua Artikel

Gunakan kategori, label, pencarian, dan sistem navigasi konten untuk mengelola artikel yang jumlahnya banyak.

7. Mengikuti Struktur Website Orang Lain Secara Mentah

Website lain dapat menjadi referensi, tetapi tujuan dan isi website Anda belum tentu sama. Ambil prinsipnya, bukan menyalin struktur tanpa penyesuaian.

8. Tidak Menyediakan Jalan yang Jelas Menuju Kontak

Untuk website bisnis, jasa, atau profil, informasi kontak sering menjadi salah satu tujuan penting pengunjung. Pastikan pengunjung dapat menemukannya dengan mudah tanpa harus melewati banyak halaman.

Contoh Struktur Menu Berdasarkan Tujuan Website

Berikut gambaran sederhana mengenai bagaimana tujuan website dapat memengaruhi navigasi.

Jenis Website Menu Utama Prioritas Navigasi
Blog Pribadi Beranda, Tentang, Blog, Kontak Artikel dan identitas penulis
Portofolio Beranda, Tentang, Portofolio, Layanan, Kontak Hasil pekerjaan dan profil
Bisnis/Jasa Beranda, Layanan, Portofolio, FAQ, Kontak Layanan dan komunikasi
Katalog Beranda, Produk, Kategori, Tentang, Kontak Menemukan produk
Organisasi Beranda, Profil, Program, Kegiatan, Berita, Kontak Informasi organisasi dan kegiatan

Contoh tersebut hanya digunakan sebagai gambaran. Struktur sebenarnya perlu disesuaikan dengan jumlah halaman, jenis konten, dan kebutuhan pengunjung website.

Cara Menguji Apakah Struktur Navigasi Sudah Baik

Setelah struktur menu dibuat, jangan langsung menganggapnya selesai. Lakukan pemeriksaan sederhana dari sudut pandang pengunjung.

Bayangkan seseorang pertama kali datang ke website. Apakah mereka dapat menjawab pertanyaan berikut dengan melihat navigasi?

  • Website ini milik siapa?
  • Website ini membahas atau menyediakan apa?
  • Di mana saya bisa mengetahui informasi tentang pemilik website?
  • Di mana saya bisa melihat layanan atau produk?
  • Di mana saya bisa membaca artikel?
  • Bagaimana cara menghubungi pemilik website?

Jika pertanyaan penting tersebut dapat dijawab dengan mudah, struktur dasar navigasi biasanya sudah cukup jelas.

Uji dengan Skenario Pengunjung

Anda juga dapat membuat beberapa skenario sederhana.

Misalnya:

“Saya ingin mengetahui layanan website ini. Ke mana saya harus pergi?”

Jika jawabannya mudah ditemukan dari menu, struktur navigasi bekerja dengan baik dari sudut pandang tersebut.

Ulangi skenario untuk informasi lain seperti kontak, portofolio, profil, artikel, atau kategori.

Struktur Menu dan Desain Template Harus Saling Mendukung

Setelah struktur menu selesai, barulah Anda dapat memilih atau menyesuaikan template berdasarkan kebutuhan tersebut. Jangan melakukan sebaliknya dengan memaksakan struktur website agar mengikuti layout template.

Misalnya, jika website membutuhkan lima menu utama dan satu kelompok submenu, pastikan template yang dipilih dapat menampilkan navigasi tersebut dengan baik pada desktop maupun mobile.

Template yang menyediakan lebih banyak slot menu tidak berarti Anda harus menggunakannya semua. Slot kosong bukan masalah, sedangkan menu yang terlalu penuh dapat menjadi masalah.

Hubungkan Struktur Menu dengan Isi Website

Menu akan terasa lebih bermanfaat ketika halaman di dalamnya mempunyai isi yang jelas. Jangan membuat menu seperti “Layanan” tetapi halaman tersebut hanya berisi satu kalimat yang tidak menjelaskan apa pun.

Setiap item navigasi sebaiknya memiliki tujuan yang nyata. Jika sebuah halaman belum mempunyai informasi yang cukup, pertimbangkan apakah halaman tersebut benar-benar perlu dimasukkan ke menu saat ini.

Dengan demikian, struktur navigasi dan struktur konten berkembang bersama-sama.

Kapan Menu Perlu Diubah?

Struktur menu bukan sesuatu yang harus tetap selamanya. Website dapat berubah, dan navigasi dapat diperbarui ketika kebutuhan pengunjung berubah.

Perubahan dapat dipertimbangkan ketika:

  • Jumlah kategori bertambah.
  • Website mulai memiliki layanan baru.
  • Jenis konten berkembang.
  • Pengunjung kesulitan menemukan informasi tertentu.
  • Menu mobile terlalu panjang.
  • Beberapa halaman tidak lagi relevan.

Namun, jangan mengubah navigasi hanya untuk mengejar perubahan visual. Setiap perubahan sebaiknya memiliki alasan yang jelas.

Checklist Struktur Menu Website Blogger

Sebelum mulai memasang menu pada Blogger, gunakan checklist berikut:

  • Tujuan utama website sudah jelas.
  • Target informasi pengunjung sudah ditentukan.
  • Semua halaman yang dibutuhkan sudah didata.
  • Halaman sudah dikelompokkan berdasarkan fungsi.
  • Halaman prioritas sudah dipilih.
  • Menu utama tidak terlalu penuh.
  • Nama setiap menu mudah dipahami.
  • Urutan menu mengikuti alur pengunjung.
  • Submenu digunakan hanya ketika benar-benar diperlukan.
  • Informasi pendukung dapat ditempatkan di footer.
  • Struktur tidak terlalu dalam.
  • Menu tetap masuk akal ketika dibuka melalui mobile.
  • Kategori atau label digunakan untuk mengelola banyak artikel.
  • Struktur dapat dikembangkan ketika website bertambah besar.

Contoh Perencanaan Menu Sebelum Membuat Website

Agar lebih mudah diterapkan, berikut contoh proses sederhana untuk website jasa.

1. Tentukan Tujuan

Website digunakan untuk memperkenalkan jasa dan membantu calon pelanggan memahami layanan.

2. Daftar Informasi

  • Profil penyedia jasa.
  • Daftar layanan.
  • Detail setiap layanan.
  • Portofolio.
  • Pertanyaan umum.
  • Kontak.
  • Artikel pendukung.

3. Kelompokkan

Profil berada dalam kelompok “Tentang”, layanan berada dalam kelompok “Layanan”, dan artikel menjadi bagian “Blog”.

4. Pilih Menu Utama

Hasilnya dapat menjadi:

  1. Beranda
  2. Tentang
  3. Layanan
  4. Portofolio
  5. Blog
  6. Kontak

5. Tempatkan Informasi Pendukung

FAQ dapat menjadi submenu Layanan atau halaman terpisah, sedangkan halaman kebijakan dan disclaimer dapat ditempatkan di footer.

Dengan proses seperti ini, struktur navigasi sudah terbentuk sebelum template dipasang.

Hubungan Struktur Menu dengan Pengalaman Pengunjung

Navigasi yang baik membantu pengunjung memahami website tanpa harus mempelajari cara kerjanya terlebih dahulu. Ketika nama menu jelas dan hubungan antarhalaman masuk akal, pengunjung dapat berpindah halaman berdasarkan kebutuhan mereka.

Sebaliknya, navigasi yang terlalu panjang, tidak terkelompok, atau menggunakan istilah yang membingungkan dapat menambah beban ketika pengunjung mencari informasi.

Karena itu, merancang struktur website Blogger bukan hanya masalah teknis. Struktur tersebut juga merupakan bagian dari cara Anda menyajikan informasi.

Apakah Struktur Menu Berpengaruh pada SEO?

Struktur navigasi terutama dibuat untuk membantu pengunjung menemukan informasi dengan lebih mudah, tetapi struktur website yang jelas juga membantu mesin pencari memahami hubungan antarbagian website secara lebih terorganisasi.

Yang perlu diprioritaskan tetaplah struktur informasi yang logis dan pengalaman pengguna yang baik. Jangan membuat banyak menu atau halaman hanya karena ingin menambahkan lebih banyak kata kunci.

Menu yang terlalu banyak juga tidak otomatis membuat website lebih informatif. Kualitas struktur tetap lebih penting daripada jumlah item navigasi.

Gunakan Internal Link di Dalam Konten

Menu bukan satu-satunya bentuk navigasi. Artikel juga dapat menghubungkan pembaca ke halaman lain yang masih relevan.

Contohnya, sebuah artikel tentang membuat website Blogger dapat membahas template, struktur halaman, atau pengaturan menu dan kemudian menghubungkan pembaca ke konten lain yang memang membahas topik tersebut secara lebih spesifik.

Pola ini membuat navigasi website tidak hanya terjadi melalui header, tetapi juga melalui konteks isi halaman.

Untuk website DamarSatria.web.id, pendekatan tersebut dapat digunakan bersama struktur topical cluster sehingga artikel pendukung dapat mengarahkan pembaca ke topik yang lebih luas secara natural.

Jangan Memaksakan Semua Jenis Navigasi Sekaligus

Website dapat memiliki menu utama, submenu, sidebar, footer, breadcrumb, pencarian, dan internal link. Namun bukan berarti semua komponen tersebut harus selalu digunakan dalam jumlah besar.

Pilih navigasi berdasarkan kebutuhan. Website kecil mungkin cukup menggunakan menu utama, beberapa tautan internal, dan footer. Website dengan banyak konten dapat membutuhkan kombinasi navigasi yang lebih lengkap.

Tujuannya tetap sama: membuat informasi mudah ditemukan tanpa membuat halaman terlihat rumit.

Kesimpulan

Menentukan struktur menu website Blogger sebaiknya dilakukan sebelum mulai membangun website. Langkah ini membantu Anda menentukan halaman utama, mengelompokkan informasi, menyusun urutan navigasi, dan menghindari menu yang terlalu panjang.

Mulailah dengan memahami tujuan website, kemudian catat semua halaman yang dibutuhkan. Setelah itu kelompokkan halaman berdasarkan fungsi, tentukan mana yang menjadi prioritas, susun urutannya berdasarkan alur pengunjung, lalu uji kembali struktur tersebut pada desktop dan mobile.

Ingat bahwa menu bukan daftar seluruh halaman website. Menu adalah ringkasan navigasi yang membantu pengunjung memahami struktur website dan menemukan informasi utama dengan lebih mudah.

Dengan perencanaan yang baik sejak awal, Anda akan lebih mudah memilih template Blogger yang sesuai dan membangun website yang dapat berkembang tanpa harus terus-menerus mengubah struktur navigasinya.

Referensi Template Blogger

Pilih Template Berdasarkan Struktur Website yang Sudah Anda Rancang

Setelah struktur halaman dan navigasi ditentukan, Anda dapat melihat koleksi template Blogger dan tools di DamarSatria.web.id yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan website.

Jelajahi Koleksi Template & Tools

Gunakan struktur website sebagai dasar sebelum menentukan layout dan fitur template.

FAQ Seputar Struktur Menu Website Blogger

Apa yang dimaksud dengan struktur menu website Blogger?

Struktur menu website Blogger adalah susunan halaman dan kelompok informasi yang digunakan untuk membantu pengunjung berpindah dari satu bagian website ke bagian lainnya. Struktur ini mencakup halaman utama, submenu, serta informasi pendukung yang dapat ditempatkan di footer.

Berapa jumlah menu utama yang sebaiknya digunakan di Blogger?

Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua website. Gunakan item menu sesuai kebutuhan dan prioritaskan halaman yang paling penting. Jika jumlah halaman terlalu banyak, gunakan pengelompokan, submenu, kategori, atau navigasi lain agar header tetap mudah dipahami.

Apakah semua halaman website harus dimasukkan ke menu utama?

Tidak. Menu utama sebaiknya berisi halaman prioritas. Halaman pendukung seperti kebijakan, disclaimer, atau sitemap dapat ditempatkan pada footer atau bagian navigasi lain yang sesuai.

Bagaimana cara membuat menu Blogspot untuk website dengan banyak artikel?

Gunakan menu untuk struktur utama website, sedangkan artikel dikelompokkan menggunakan kategori atau label. Fitur pencarian dan internal link juga dapat membantu pengunjung menemukan artikel tanpa membuat menu menjadi terlalu panjang.

Apakah struktur menu harus berbeda untuk setiap jenis website?

Ya, kebutuhan navigasi dipengaruhi oleh tujuan website. Blog pribadi, website jasa, portofolio, katalog, dan organisasi memiliki jenis informasi yang berbeda sehingga struktur menunya juga dapat berbeda.

Mengapa struktur menu harus dipikirkan sebelum memilih template Blogger?

Karena struktur menu menentukan jumlah halaman utama, kelompok informasi, dan kebutuhan navigasi. Dengan mengetahui struktur sejak awal, Anda dapat memilih atau menyesuaikan template yang mampu mendukung kebutuhan tersebut tanpa memaksakan isi website mengikuti layout template.

Apakah struktur navigasi Blogger perlu diuji di HP?

Ya. Struktur yang terlihat rapi di desktop belum tentu nyaman digunakan pada smartphone. Periksa panjang label, submenu, jarak item menu, dan kedalaman navigasi pada perangkat mobile.

Posting Komentar untuk "Cara Menentukan Struktur Menu Website Blogger Sebelum Membuatnya"