Persiapan Membuat Website Blogspot 10 Hal yang Perlu Disiapkan

Membuat website dengan Blogspot memang dapat dimulai dengan cepat, tetapi sebaiknya tidak langsung terburu-buru memilih template lalu mengisi halaman secara acak. Sebelum membuat website, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan agar struktur, tampilan, konten, dan kebutuhan teknisnya sudah memiliki arah yang jelas.

Persiapan membuat website Blogspot sebenarnya tidak harus rumit. Anda tidak perlu memiliki semua konten atau mengetahui seluruh pengaturan Blogger sejak hari pertama. Yang lebih penting adalah memahami tujuan website, menentukan nama, merancang struktur halaman, menyiapkan konten dasar, memilih template yang sesuai, serta memikirkan kebutuhan domain dan teknis sejak awal.

Dengan persiapan tersebut, proses membuat website Blogspot akan menjadi lebih terarah. Anda juga dapat mengurangi perubahan besar di kemudian hari, misalnya mengganti struktur menu, mengganti template karena tidak sesuai, atau membuat ulang halaman yang sebenarnya bisa direncanakan sejak awal.

Mengapa Persiapan Membuat Website Blogspot Itu Penting?

Banyak pemula menganggap bahwa membuat website cukup dengan membuat blog, memilih template, dan mulai menulis. Cara tersebut memang memungkinkan, tetapi sering menghasilkan website yang belum mempunyai struktur yang jelas.

Masalah biasanya baru terasa setelah website memiliki beberapa halaman dan puluhan artikel. Menu mulai berantakan, kategori tidak konsisten, tampilan homepage tidak sesuai dengan kebutuhan, dan template yang digunakan ternyata tidak mendukung jenis konten yang ingin ditampilkan.

Persiapan di awal membantu Anda menentukan keputusan dasar sebelum masuk ke tahap teknis.

Beberapa hal yang sebaiknya sudah dipikirkan antara lain:

  • Tujuan website.
  • Target pembaca atau pengunjung.
  • Nama website dan identitas.
  • Struktur halaman.
  • Menu navigasi.
  • Domain.
  • Template Blogger.
  • Konten awal.
  • Gambar dan aset visual.
  • Kebutuhan teknis.

Tidak semua harus selesai dalam satu waktu. Yang penting, Anda sudah memiliki gambaran sebelum website mulai dikembangkan.

1. Tentukan Tujuan Website Blogger

Hal pertama dalam persiapan Blogger adalah menentukan tujuan website. Ini menjadi dasar untuk menentukan hampir semua keputusan berikutnya.

Cobalah menjawab pertanyaan sederhana: “Website ini dibuat untuk apa?”

Jawabannya bisa berupa:

  • Menerbitkan artikel dan tutorial.
  • Membuat website profil pribadi.
  • Membangun portofolio online.
  • Memperkenalkan bisnis atau jasa.
  • Membuat katalog produk.
  • Menyediakan informasi organisasi atau komunitas.
  • Membuat landing page.
  • Membangun halaman link in bio.
  • Membuat website informasi pendidikan.

Setiap tujuan membutuhkan struktur yang berbeda. Blog artikel misalnya lebih membutuhkan sistem untuk menampilkan dan mengelompokkan posting. Website jasa lebih membutuhkan halaman layanan, profil, portofolio, dan kontak.

Jika tujuan website belum jelas, Anda akan lebih sulit menentukan template, menu, dan konten yang perlu dibuat.

Bedakan Tujuan Utama dan Tujuan Pendukung

Satu website dapat memiliki beberapa fungsi, tetapi sebaiknya tetap ada satu tujuan utama yang menjadi pusat perhatian.

Contohnya, sebuah website dapat berisi artikel sekaligus memperkenalkan jasa. Dalam kondisi tersebut, Anda perlu menentukan apakah artikel merupakan fokus utama dan informasi jasa menjadi pendukung, atau justru website tersebut pada dasarnya merupakan website jasa dengan blog sebagai pendukung.

Penentuan tersebut akan memengaruhi homepage, menu, dan layout yang nantinya digunakan.

2. Tentukan Target Pengunjung

Setelah tujuan website jelas, tentukan siapa yang akan mengunjungi website tersebut. Target pengunjung membantu Anda menentukan gaya bahasa, struktur informasi, tingkat kedalaman konten, hingga cara menampilkan navigasi.

Target pengunjung dapat berupa:

  • Blogger pemula.
  • Pemilik UMKM.
  • Calon pelanggan jasa.
  • Mahasiswa.
  • Guru atau tenaga pendidikan.
  • Anggota organisasi.
  • Pembaca umum.

Misalnya, website untuk pemula membutuhkan bahasa yang sederhana dan navigasi yang mudah dimengerti. Website untuk pembaca yang sudah terbiasa dengan topik tertentu dapat memiliki pembahasan yang lebih teknis.

Pikirkan Informasi yang Dicari Pengunjung

Jangan hanya memikirkan apa yang ingin Anda tampilkan. Pikirkan juga apa yang ingin ditemukan pengunjung.

Jika website digunakan untuk jasa, pengunjung mungkin ingin mengetahui layanan, hasil pekerjaan, harga atau informasi penawaran bila tersedia, serta cara menghubungi penyedia jasa.

Jika website digunakan untuk artikel, pengunjung mungkin lebih membutuhkan kategori, pencarian, daftar artikel terbaru, dan navigasi konten yang jelas.

Sudut pandang pengunjung akan membantu Anda menyusun website dengan lebih terarah.

3. Siapkan Nama Website

Nama website adalah bagian dari identitas yang akan muncul pada berbagai area, seperti header, halaman, serta elemen branding lainnya. Karena itu, sebaiknya nama sudah dipikirkan sebelum website mulai dibuat.

Pilih nama yang sesuai dengan tujuan website dan mudah diingat. Untuk website bisnis, nama dapat berkaitan dengan nama usaha. Untuk website pribadi, nama individu atau brand pribadi dapat digunakan. Untuk blog niche, nama bisa menggambarkan topik utama.

Hindari membuat nama yang terlalu sulit dibaca atau sulit diketik. Nama yang sederhana juga akan lebih mudah digunakan ketika Anda nanti menentukan domain.

Bedakan Nama Website dan Domain

Nama website dan domain berkaitan, tetapi keduanya bukan hal yang sama. Nama website adalah identitas yang dilihat pengunjung, sedangkan domain adalah alamat yang digunakan untuk mengakses website.

Contohnya, nama website dapat menggunakan identitas tertentu, sementara alamat situsnya menggunakan domain yang dipilih kemudian.

Karena domain dapat menjadi bagian penting dari identitas website, sebaiknya keputusan tersebut tidak dibuat secara terburu-buru.

4. Rancang Struktur Halaman

Salah satu bagian terpenting sebelum membuat website Blogspot adalah menentukan halaman yang akan tersedia.

Website sederhana tidak membutuhkan banyak halaman. Namun, beberapa halaman dasar biasanya dapat membantu pengunjung memahami isi website.

Untuk website profil misalnya, Anda dapat mempertimbangkan:

  • Beranda.
  • Tentang.
  • Portofolio.
  • Layanan.
  • Kontak.

Untuk website bisnis atau jasa, struktur dapat berkembang menjadi:

  • Beranda.
  • Tentang.
  • Layanan.
  • Portofolio.
  • FAQ.
  • Blog.
  • Kontak.

Sementara blog artikel dapat lebih fokus pada Beranda, kategori atau label, Tentang, Kontak, dan sistem navigasi konten.

Jangan Membuat Semua Halaman Sekaligus

Merancang struktur tidak berarti Anda harus langsung menyelesaikan seluruh halaman. Anda dapat menentukan struktur terlebih dahulu, kemudian mengisi halaman secara bertahap.

Pendekatan ini lebih praktis daripada membuat halaman secara acak lalu mencoba memasukkannya ke menu satu per satu.

5. Tentukan Struktur Menu dan Navigasi

Setelah halaman ditentukan, pikirkan bagaimana pengunjung akan berpindah dari satu halaman ke halaman lain. Struktur menu harus mengikuti kebutuhan informasi, bukan sekadar jumlah slot menu yang disediakan template.

Menu utama sebaiknya berisi halaman yang paling penting. Halaman pendukung dapat ditempatkan di submenu atau footer jika memang sesuai.

Contoh struktur sederhana:

Beranda
├── Tentang
├── Layanan
├── Portofolio
├── Blog
└── Kontak

Jika layanan memiliki beberapa jenis, struktur dapat dikembangkan:

Beranda
├── Tentang
├── Layanan
│   ├── Layanan A
│   ├── Layanan B
│   └── Layanan C
├── Portofolio
├── Blog
└── Kontak

Struktur tersebut membantu Anda memahami bentuk navigasi sebelum menu benar-benar dibuat.

Gunakan Nama Menu yang Mudah Dipahami

Menu sebaiknya menggunakan label yang jelas. Nama seperti “Tentang”, “Layanan”, “Portofolio”, “Blog”, dan “Kontak” biasanya lebih mudah dipahami dibandingkan label yang terlalu kreatif tetapi tidak menjelaskan tujuan halaman.

Semakin sederhana navigasi, semakin mudah pengunjung memahami isi website.

6. Tentukan Apakah Akan Menggunakan Domain Blogspot atau Domain Sendiri

Sebelum website dipublikasikan secara serius, pikirkan alamat yang akan digunakan. Anda dapat mempertimbangkan penggunaan alamat Blogspot yang tersedia atau menggunakan domain sendiri sesuai kebutuhan.

Pemilihan ini sebaiknya mempertimbangkan tujuan website dan identitas yang ingin dibangun.

Untuk eksperimen, latihan, atau tahap awal, alamat bawaan dapat menjadi pilihan praktis. Untuk website yang ingin memiliki identitas alamat sendiri, Anda dapat mempertimbangkan domain khusus.

Pilih Nama Domain yang Selaras dengan Identitas Website

Domain sebaiknya mudah diingat dan tidak terlalu panjang. Jika nama website sudah ditentukan, usahakan domain tetap memiliki hubungan yang jelas dengan identitas tersebut.

Hindari memilih nama hanya karena terlihat tersedia tetapi tidak memiliki hubungan dengan website. Perubahan nama dan domain di kemudian hari dapat menambah pekerjaan ketika website sudah memiliki banyak konten.

7. Pilih Template Blogger Sesuai Kebutuhan

Template merupakan bagian penting dari kebutuhan website Blogger. Namun, jangan memilih template hanya berdasarkan demo yang terlihat menarik.

Mulailah dengan melihat kembali tujuan website. Jika website berupa blog artikel, cari template yang fokus pada keterbacaan dan navigasi konten. Jika website berupa profil atau jasa, cari template yang mendukung halaman profil, layanan, portofolio, dan kontak.

Beberapa faktor yang perlu diperiksa antara lain:

  • Struktur layout.
  • Tampilan mobile.
  • Navigasi.
  • Keterbacaan artikel.
  • Jumlah dan jenis widget.
  • Kemudahan kustomisasi.
  • Penggunaan elemen visual.
  • Struktur halaman.

Template yang sesuai dengan kebutuhan akan memudahkan proses pengembangan website. Sebaliknya, template yang hanya dipilih karena visual dapat memaksa Anda menyesuaikan isi website dengan layout yang tersedia.

Jangan Menilai Template Hanya dari Homepage

Ketika mengevaluasi sebuah template Blogspot, periksa lebih dari halaman depan. Lihat juga halaman artikel, halaman statis, menu mobile, widget, dan elemen lain yang akan sering digunakan.

Homepage dapat terlihat menarik karena menggunakan konten demo, tetapi halaman artikel mungkin memiliki area baca yang kurang nyaman. Karena itu, pemeriksaan beberapa jenis halaman penting dilakukan sebelum template dipasang.

8. Siapkan Struktur Konten

Setelah tujuan, halaman, dan template mulai terbayang, tahap berikutnya adalah mempersiapkan konten. Konten tidak harus lengkap, tetapi setidaknya website mempunyai materi awal yang cukup untuk menjelaskan fungsinya.

Konten dapat berupa:

  • Artikel.
  • Teks profil.
  • Deskripsi layanan.
  • Informasi produk.
  • Portofolio.
  • FAQ.
  • Kontak.
  • Informasi organisasi.

Untuk website artikel, Anda dapat membuat beberapa topik awal sebelum mempublikasikan website. Untuk website jasa, siapkan informasi layanan dan profil terlebih dahulu agar halaman tidak terlihat kosong.

Buat Outline Konten Sebelum Menulis

Untuk artikel, sebaiknya buat outline singkat. Tentukan judul, pembahasan utama, subbagian, dan kesimpulan sebelum mulai menulis.

Outline membantu menjaga artikel tetap sesuai dengan topik dan mengurangi pengulangan.

9. Siapkan Identitas Visual Website

Website akan terlihat lebih terarah ketika memiliki identitas visual yang konsisten. Tidak perlu membuat sistem branding yang kompleks sejak awal. Beberapa elemen dasar sudah cukup.

Misalnya:

  • Logo atau identitas teks.
  • Warna utama.
  • Warna pendukung.
  • Gaya tombol.
  • Gaya gambar atau thumbnail.
  • Typography yang digunakan.

Identitas visual membantu menjaga tampilan antara homepage, halaman artikel, dan halaman statis agar tetap terasa sebagai satu website.

Jangan Menggunakan Terlalu Banyak Warna

Untuk website baru, sistem warna sederhana biasanya lebih mudah diterapkan. Tentukan satu warna utama, kemudian gunakan warna netral dan beberapa aksen seperlunya.

Yang penting bukan berapa banyak warna yang digunakan, tetapi apakah penggunaan warnanya konsisten.

10. Siapkan Logo dan Aset Gambar

Jika website membutuhkan logo, sebaiknya siapkan sebelum melakukan pengaturan template. Logo dapat digunakan pada header dan bagian lain yang membutuhkan identitas.

Selain logo, pikirkan juga gambar yang diperlukan untuk artikel atau halaman. Misalnya thumbnail, foto portofolio, gambar produk, atau ilustrasi pendukung.

Jangan menggunakan gambar secara acak hanya untuk memenuhi ruang kosong. Gambar sebaiknya memiliki fungsi dan tetap sesuai dengan karakter website.

Gunakan Ukuran Gambar yang Konsisten

Jika website menampilkan banyak thumbnail, usahakan formatnya konsisten. Perbedaan ukuran dan rasio gambar dapat membuat grid atau daftar posting terlihat tidak rapi.

Hal ini terutama penting ketika template menggunakan card atau susunan beberapa kolom.

11. Tentukan Struktur Kategori atau Label

Jika website akan memiliki banyak artikel, kategori atau label perlu dipikirkan sejak awal. Sistem pengelompokan yang dibuat secara asal dapat membuat arsip konten sulit digunakan.

Misalnya sebuah blog membahas berbagai topik yang saling berkaitan. Sebelum menulis puluhan artikel, tentukan kelompok topik utamanya.

Contoh:

  • Blogger.
  • SEO.
  • Template.
  • HTML dan CSS.
  • Website.

Kelompok tersebut kemudian dapat dikembangkan sesuai kebutuhan konten.

Jangan Membuat Terlalu Banyak Label

Label sebaiknya digunakan untuk membantu pengelompokan, bukan sekadar menambahkan sebanyak mungkin kata yang berhubungan dengan artikel.

Jika satu artikel memiliki terlalu banyak label yang tidak memberikan fungsi navigasi, sistem kategori justru menjadi lebih sulit dipahami.

12. Tentukan Fitur yang Benar-Benar Dibutuhkan

Sebelum memilih dan memasang template, buat daftar fitur yang memang diperlukan. Jangan menggunakan daftar fitur sebagai ajang mengumpulkan semua kemungkinan fungsi.

Misalnya, blog artikel mungkin membutuhkan:

  • Pencarian.
  • Navigasi posting.
  • Label.
  • Posting terbaru.
  • Widget pendukung.

Website jasa mungkin lebih membutuhkan:

  • Halaman layanan.
  • Portofolio.
  • Kontak.
  • Formulir.
  • Tombol komunikasi.

Jangan menambahkan fitur hanya karena fitur tersebut tersedia dalam template. Fitur yang tidak digunakan dapat membuat pengelolaan website menjadi lebih rumit.

13. Pikirkan Struktur Homepage

Homepage merupakan halaman yang perlu dipersiapkan sebelum website diluncurkan. Tentukan apa yang harus diketahui pengunjung ketika pertama kali membuka website.

Struktur homepage dapat berbeda berdasarkan tujuan website.

Contoh untuk website jasa:

  1. Identitas atau pengenalan singkat.
  2. Ringkasan layanan.
  3. Portofolio atau hasil pekerjaan.
  4. Informasi pendukung.
  5. Kontak.

Contoh untuk blog:

  1. Pengenalan website.
  2. Artikel terbaru.
  3. Kategori utama.
  4. Artikel pilihan bila diperlukan.
  5. Informasi tambahan.

Jangan memaksakan semua elemen masuk ke homepage. Tentukan prioritas dan arahkan detail ke halaman masing-masing.

14. Siapkan Halaman Informasi Dasar

Sebelum website dipublikasikan, beberapa halaman dasar sebaiknya sudah direncanakan. Jenis halaman tentu bergantung pada kebutuhan website.

Beberapa contoh adalah:

  • Tentang.
  • Kontak.
  • Kebijakan Privasi.
  • Disclaimer.
  • Sitemap.

Tidak semua halaman tersebut harus berada di menu utama. Sebagian dapat ditempatkan pada footer atau bagian navigasi pendukung.

Tujuannya adalah memastikan website tidak hanya mempunyai homepage dan artikel, tetapi juga informasi dasar yang dibutuhkan pengunjung.

15. Siapkan Kontak Website

Jika website digunakan untuk bisnis, jasa, organisasi, atau profil pribadi, informasi kontak perlu dipikirkan sejak awal.

Metode kontak dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya email, formulir, atau kanal komunikasi lain yang memang digunakan.

Jangan menampilkan terlalu banyak pilihan kontak jika sebagian besar tidak pernah digunakan. Pilih cara komunikasi yang jelas dan mudah dipahami pengunjung.

16. Tentukan Kebutuhan Teknis Dasar

Selain desain dan konten, sebelum membuat website Blogger Anda juga perlu memahami beberapa kebutuhan teknis dasar.

Setidaknya, pikirkan:

  • Akun Google yang akan digunakan.
  • Alamat Blogger yang akan dipakai.
  • Domain jika menggunakan domain khusus.
  • Template yang akan digunakan.
  • Logo dan aset gambar.
  • Struktur menu.
  • Halaman statis.
  • Label atau kategori konten.
  • Pengaturan dasar Blogger.

Anda tidak harus memahami seluruh bagian teknis Blogger sebelum memulai. Namun, mengetahui kebutuhan dasar akan membuat proses pembuatan website lebih terarah.

Siapkan Akun dan Akses yang Akan Digunakan

Pastikan akun yang digunakan untuk mengelola website merupakan akun yang memang akan Anda pertahankan untuk jangka panjang. Pengelolaan website sebaiknya tidak bergantung pada akun yang hanya digunakan sementara.

Simpan informasi administrasi dengan baik dan pastikan Anda memahami siapa yang mempunyai akses ke website jika dikelola bersama tim.

17. Rencanakan Struktur URL dan Halaman dengan Konsisten

Ketika membuat halaman dan konten, usahakan struktur informasinya konsisten. Jangan membuat halaman dengan nama yang berubah-ubah hanya karena mengikuti kondisi sesaat.

Misalnya, jika website menggunakan istilah “Layanan”, gunakan istilah tersebut secara konsisten pada menu dan isi halaman yang relevan.

Konsistensi membantu pengelolaan website sekaligus membuat navigasi lebih mudah dipahami.

18. Pikirkan Kebutuhan Mobile Sejak Awal

Jangan menunggu website selesai untuk memeriksa tampilan mobile. Perangkat mobile harus menjadi bagian dari pertimbangan sejak memilih template dan menyusun menu.

Beberapa elemen yang perlu dipikirkan:

  • Apakah menu mudah dibuka di smartphone?
  • Apakah teks nyaman dibaca?
  • Apakah tombol mudah disentuh?
  • Apakah gambar tidak keluar dari area layar?
  • Apakah tabel dan kode tetap dapat dibaca?
  • Apakah layout dua kolom berubah dengan baik di mobile?

Template yang terlihat rapi di desktop belum tentu memberikan pengalaman yang sama di smartphone.

19. Siapkan Rencana Konten Sebelum Publikasi

Website yang sudah memiliki template tetapi belum mempunyai rencana konten akan sulit berkembang secara konsisten. Karena itu, buat setidaknya daftar topik yang ingin dipublikasikan.

Rencana konten tidak harus langsung berupa kalender yang rumit. Anda dapat memulai dengan daftar judul yang dikelompokkan berdasarkan topik.

Contohnya:

  • Artikel dasar untuk pemula.
  • Tutorial lanjutan.
  • Panduan teknis.
  • Solusi masalah umum.
  • Pembahasan fitur.

Dengan daftar tersebut, Anda tidak perlu selalu mencari ide dari awal ketika ingin menerbitkan artikel baru.

Buat Konten yang Saling Berhubungan

Website akan lebih mudah dikembangkan ketika artikel memiliki hubungan topik. Misalnya, artikel dasar dapat menjadi pengantar menuju pembahasan yang lebih spesifik.

Pola ini juga membantu membangun struktur konten yang lebih terorganisasi karena setiap artikel mempunyai konteks yang jelas.

20. Tentukan Standar Dasar untuk Artikel

Jika website merupakan blog, sebaiknya tentukan format artikel sejak awal. Misalnya, gunakan struktur heading yang konsisten, paragraf pendek, gambar seperlunya, dan gaya penulisan yang sesuai dengan pembaca.

Standar sederhana dapat berupa:

  • Satu H1 untuk judul artikel.
  • H2 untuk pembahasan utama.
  • H3 untuk subpembahasan.
  • Paragraf yang tidak terlalu panjang.
  • List ketika informasi lebih jelas dalam bentuk daftar.
  • Gambar hanya jika relevan.

Dengan standar tersebut, artikel baru akan lebih mudah dibuat dan tampilan keseluruhan blog menjadi lebih konsisten.

21. Tentukan Kebutuhan Gambar dan Media

Website tertentu membutuhkan lebih banyak elemen visual daripada website lainnya. Blog tutorial mungkin memerlukan screenshot. Website portofolio membutuhkan gambar proyek. Katalog membutuhkan gambar produk.

Karena itu, pikirkan sejak awal jenis media yang akan digunakan agar template yang dipilih dapat menampilkannya dengan baik.

Perhatikan Rasio dan Ukuran Media

Gunakan ukuran gambar secara konsisten. Jika template menggunakan thumbnail horizontal, hindari memasukkan gambar dengan rasio yang sangat berbeda tanpa penyesuaian.

Untuk video atau embed lainnya, pastikan layout template memiliki ruang yang cukup agar elemen tersebut tetap nyaman di perangkat mobile.

22. Pertimbangkan Kemudahan Perawatan Website

Website bukan hanya dibuat satu kali. Setelah dipublikasikan, Anda akan terus menambahkan artikel, mengubah halaman, memperbarui menu, dan mungkin menyesuaikan tampilan.

Karena itu, pilih struktur yang mudah dirawat. Template yang terlihat menarik tetapi membutuhkan perubahan kode untuk setiap pengaturan kecil dapat menjadi kurang praktis untuk pemula.

Pertimbangkan apakah Anda dapat dengan mudah:

  • Mengubah menu.
  • Mengganti logo.
  • Mengatur widget.
  • Mengubah warna.
  • Menambahkan halaman.
  • Mengelola artikel.

Kemudahan pengelolaan merupakan salah satu bagian penting dari persiapan yang sering dilupakan.

Urutan Persiapan Membuat Website Blogspot yang Praktis

Jika semua pembahasan di atas terasa banyak, Anda dapat menyederhanakannya menjadi urutan berikut.

  1. Tentukan tujuan website.
  2. Tentukan target pengunjung.
  3. Tentukan nama website.
  4. Rancang halaman utama.
  5. Susun struktur menu.
  6. Tentukan kebutuhan domain.
  7. Pilih template berdasarkan kebutuhan.
  8. Siapkan identitas visual.
  9. Siapkan konten awal.
  10. Tentukan kategori atau label.
  11. Tentukan fitur yang benar-benar diperlukan.
  12. Periksa tampilan mobile.
  13. Siapkan halaman informasi dasar.
  14. Lakukan pemeriksaan sebelum publikasi.

Urutan ini bukan prosedur teknis yang harus dilakukan secara kaku. Beberapa tahap dapat berlangsung bersamaan, tetapi tetap sebaiknya tujuan dan struktur dasar ditentukan lebih dulu.

Hal yang Tidak Perlu Disiapkan Secara Berlebihan

Pemula sering merasa harus menyelesaikan semuanya sebelum website dapat dibuat. Akibatnya, proses menjadi tertunda karena terlalu banyak hal dipikirkan secara bersamaan.

Ada beberapa hal yang sebenarnya dapat dikerjakan bertahap.

Tidak Harus Memiliki Puluhan Artikel

Website baru tidak perlu memiliki ratusan artikel pada hari pertama. Yang lebih penting adalah memiliki struktur yang jelas dan beberapa konten awal yang memang sesuai dengan tujuan website.

Tidak Harus Memiliki Banyak Fitur

Mulailah dengan fungsi dasar. Fitur tambahan dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan sudah muncul.

Tidak Harus Sempurna Sejak Awal

Website dapat mengalami penyempurnaan setelah digunakan. Namun, perubahan tersebut akan lebih mudah jika fondasi dasarnya sudah direncanakan.

Kesalahan Umum Saat Menyiapkan Website Blogger

1. Langsung Memilih Template

Ini merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Pemilik website menemukan template yang terlihat menarik lalu langsung memasangnya sebelum mengetahui apakah layout-nya cocok dengan kebutuhan.

Akibatnya, struktur konten kemudian dipaksa mengikuti template.

2. Membuat Menu Tanpa Struktur

Menu dibuat berdasarkan halaman yang sudah tersedia tanpa mempertimbangkan prioritas informasi. Ketika halaman bertambah, navigasi menjadi terlalu panjang.

3. Tidak Menentukan Target Pengunjung

Tanpa mengetahui siapa yang akan membaca, gaya bahasa dan struktur informasi menjadi kurang terarah.

4. Menggunakan Semua Fitur Template

Template memiliki banyak fitur, tetapi tidak semuanya harus digunakan. Aktifkan bagian yang memang mendukung kebutuhan website.

5. Mengabaikan Mobile

Website diperiksa hanya dari desktop, sehingga masalah layout baru diketahui setelah website sudah dipublikasikan.

6. Tidak Memiliki Rencana Konten

Website sudah selesai secara visual tetapi tidak memiliki bahan untuk dikembangkan. Rencana konten sederhana dapat mencegah kondisi tersebut.

7. Terlalu Sering Mengubah Arah Website

Mengubah topik, nama, struktur, dan desain secara terus-menerus dapat membuat pengelolaan website menjadi tidak efisien. Tentukan fondasi dasar terlebih dahulu sebelum mulai membangun.

Checklist Sebelum Membuat Website Blogger

Gunakan checklist berikut sebagai pemeriksaan akhir sebelum mulai membangun website:

  • Tujuan website sudah jelas.
  • Target pengunjung sudah ditentukan.
  • Nama website sudah disiapkan.
  • Kebutuhan domain sudah dipertimbangkan.
  • Halaman utama sudah ditentukan.
  • Struktur menu sudah dibuat.
  • Kategori atau label sudah direncanakan.
  • Template sudah dipilih berdasarkan kebutuhan.
  • Logo atau identitas visual sudah disiapkan.
  • Konten awal sudah tersedia atau sedang dipersiapkan.
  • Fitur utama sudah ditentukan.
  • Halaman kontak sudah direncanakan.
  • Halaman informasi dasar sudah dipertimbangkan.
  • Tampilan mobile menjadi bagian dari pertimbangan desain.
  • Website memiliki rencana pengembangan konten.

Contoh Persiapan untuk Beberapa Jenis Website

Kebutuhan persiapan dapat berbeda tergantung website yang ingin dibuat. Berikut gambaran sederhananya.

Jenis Website Struktur dan Prioritas
Blog Artikel Beranda, kategori/label, Tentang, Kontak. Prioritas pada artikel dan navigasi konten.
Profil Pribadi Beranda, Tentang, Portofolio, Kontak. Prioritas pada identitas dan hasil pekerjaan.
Website Jasa Beranda, Layanan, Portofolio, FAQ, Kontak. Prioritas pada layanan dan komunikasi.
Katalog Produk Beranda, Produk, Kategori, Tentang, Kontak. Prioritas pada produk dan informasi pendukung.
Organisasi Beranda, Profil, Program, Kegiatan, Kontak. Prioritas pada informasi organisasi.

Tabel tersebut hanya sebagai gambaran. Struktur sebenarnya tetap harus mengikuti kebutuhan website dan informasi yang ingin disampaikan kepada pengunjung.

Bagaimana Menentukan Prioritas Sebelum Website Dibuat?

Jika waktu Anda terbatas, jangan mencoba menyelesaikan semua bagian secara bersamaan. Prioritaskan fondasi yang akan memengaruhi bagian lain.

Urutannya dapat dibuat seperti ini:

  1. Tujuan: tentukan website dibuat untuk apa.
  2. Struktur: tentukan halaman dan menu.
  3. Desain: pilih template dan identitas visual.
  4. Konten: siapkan materi utama.
  5. Teknis: atur domain dan fitur yang diperlukan.
  6. Pemeriksaan: uji tampilan desktop dan mobile.

Dengan urutan tersebut, keputusan yang dibuat pada tahap berikutnya memiliki dasar yang lebih jelas.

Kapan Website Blogger Siap Dipublikasikan?

Website tidak harus sempurna untuk dapat dipublikasikan. Yang penting, informasi utamanya sudah tersedia, navigasi dapat digunakan, tampilan tidak bermasalah, dan pengunjung dapat memahami fungsi website.

Sebelum publikasi, periksa kembali homepage, menu, halaman statis, beberapa artikel, tampilan mobile, tautan internal yang tersedia, serta informasi kontak.

Pastikan juga tidak ada halaman kosong atau menu yang mengarah ke konten yang belum dibuat. Halaman yang belum diperlukan dapat ditambahkan kemudian ketika kontennya sudah siap.

Gunakan Template yang Mendukung Rencana Website

Setelah tujuan, struktur halaman, dan kebutuhan konten sudah jelas, pemilihan template akan menjadi lebih mudah. Anda tidak lagi memilih berdasarkan penampilan semata, tetapi berdasarkan kemampuan template dalam mendukung website yang ingin dibangun.

Misalnya, blog artikel membutuhkan area baca yang nyaman. Website profil membutuhkan ruang untuk identitas dan portofolio. Website jasa membutuhkan struktur layanan dan kontak. Katalog membutuhkan penyajian produk yang rapi.

Dengan dasar tersebut, Anda dapat menyesuaikan template dengan kebutuhan tanpa memaksakan struktur website mengikuti desain yang tersedia.

Bagi yang ingin mencari referensi template Blogger dan tools untuk kebutuhan website yang berbeda, Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.

Kesimpulan

Persiapan membuat website Blogspot sebaiknya dimulai sebelum Anda membuka pengaturan template atau menulis artikel pertama. Tentukan terlebih dahulu tujuan website, target pengunjung, nama, struktur halaman, menu navigasi, kebutuhan domain, template, konten, identitas visual, dan kebutuhan teknis.

Anda tidak harus menyelesaikan semuanya sekaligus. Yang penting adalah memiliki fondasi yang jelas sehingga setiap keputusan berikutnya dapat mengikuti arah yang sama.

Dengan persiapan yang lebih terstruktur, proses membuat website Blogspot akan menjadi lebih mudah dikelola. Anda juga akan lebih siap mengembangkan website ketika jumlah halaman, artikel, dan kebutuhan fitur mulai bertambah.

Info Blogger

Mau lihat template Blogger?

Mampir saja ke DamarSatria.web.id. Ada template dan tools Blogger yang bisa kamu lihat.

Lihat DamarSatria.web.id

FAQ Seputar Persiapan Membuat Website Blogspot

Apa yang harus disiapkan sebelum membuat website Blogspot?

Beberapa hal utama yang perlu disiapkan adalah tujuan website, target pengunjung, nama website, struktur halaman, menu navigasi, kebutuhan domain, template, konten, identitas visual, dan kebutuhan teknis dasar.

Apakah harus menentukan template sebelum membuat website Blogger?

Tidak. Sebaiknya tentukan terlebih dahulu tujuan dan struktur website, kemudian pilih template yang mendukung kebutuhan tersebut. Dengan cara ini, Anda tidak perlu memaksakan struktur website mengikuti template.

Apakah website Blogspot harus langsung memiliki banyak artikel?

Tidak. Website dapat dimulai dengan sejumlah konten awal yang relevan. Yang lebih penting adalah struktur website sudah jelas dan konten yang dipublikasikan sesuai dengan tujuan website.

Apakah perlu menggunakan domain sendiri untuk website Blogger?

Kebutuhan domain bergantung pada tujuan website. Anda dapat mempertimbangkan alamat Blogspot untuk tahap awal atau menggunakan domain sendiri ketika membutuhkan identitas alamat yang lebih sesuai dengan website.

Bagaimana menentukan menu sebelum membuat website Blogger?

Mulailah dengan mendata semua halaman yang dibutuhkan, kemudian kelompokkan berdasarkan fungsi. Setelah itu pilih halaman yang paling penting untuk menu utama dan tempatkan informasi pendukung pada submenu atau footer jika diperlukan.

Apa yang harus diperhatikan saat memilih template Blogger?

Perhatikan kesesuaian dengan tujuan website, struktur layout, navigasi, tampilan mobile, keterbacaan, fitur, penggunaan widget, serta kemudahan kustomisasi. Jangan hanya menilai template dari tampilan homepage.

Apakah identitas visual perlu disiapkan sebelum website dibuat?

Sebaiknya ya, setidaknya dalam bentuk sederhana seperti nama website, logo atau identitas teks, warna utama, dan gaya visual. Persiapan ini membantu menjaga tampilan website tetap konsisten.

Posting Komentar untuk "Persiapan Membuat Website Blogspot 10 Hal yang Perlu Disiapkan"